Masyarakat Diminta Waspada, Kenaikan Kasus Covid-19 Nyaris Sentuh Angka 4 Ribu

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan kasus secara signifikan. Begitupun kasus covid-19 di tingkat di dunia.

Dari data yang dikutip lewat Instagram resmi Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan disebutkan, total kasus positif covid-19 pada Jumat (18/9/20) telah mencapai angka 236.519 orang. Dibanding sebelumnya, kenaikan kasus hari ini terbilang paling tinggi mencapai 3.891 orang!

Untuk kematian akibat covid-19 hari ini merupakan yang tertinggi. Kenaikannya mencapai 114 orang, dari 9.222 menjadi 9.336 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga terbilang cukup banyak mencapai 4.088 orang dari sebelumnya 170.774 menjadi 166.686 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 30.183.223 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 313.111 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada kenaikan kasus suspek dibanding kemarin sebanyak 1.657 kasus dari 103.209 menjadi 104.866 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada penurunan spesimen sebanyak 2.624 kasus, dari 41.804 menjadi 44.428 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 18 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, dimana kenaikan pasien hari itu diatas 50 kasus. Mereka adalah DKI Jakarta 1.258 kasus, Yogyakarta 1.053 kasus, Jawa Timur 485 kasus, Jawa Barat 341 kasus, Riau 225 kasus, Jawa Tengah 198 kasus, Sulawesi Selatan 159 kasus dan Banten 141 kasus.

Selain itu, ada Sumatera Barat 134 kasus, Sumatera Utara 125 kasus, Kalimantan Timur 119 kasus, Aceh 116 kasus, Kepulauan Riau 88 kasus, Sumatera Selatan 60 kasus, Papua 58 kasus, Kalimantan Tengah 55 kasus, Papua 54 kasus dan Bali 51 kasus.

Berikut data 10 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 59.840 kasus, Jawa Timur 39.993 kasus, Jawa Tengah 18.942 kasus, Jawa Barat 15.925 kasus, Sulawesi Selatan 14.026 kasus, Kalimantan Selatan 9.572 kasus, Sumatera Utara 9.176 kasus, Bali 7.543 kasus, Kalimantan Timur 6.605 kasus dan Sumatera Selatan 5.293 kasus.

Masih tingginya kasus positif covid-19 di Tanah Air, pemerintah akan terus mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)