Mau Ikut Pameran Ekspor? KUKM Harus Memahami Lima Faktor Ini

0

JAKARTA (Suara Karya): Untuk bisa menembus pasar ekspor, setidaknya ada lima faktor yang harus dimiliki Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM). kelima faktor tersebut, untuk memahami sejauhmana pameran ekspor itu sesuai dengan karakteristik produk yang dihasilkan KUKM.

Pernyataan tersebut, dikemukakan salah seorang kurator yang menseleksi KUKM binaan Kemenkop dan UKM yang akan mengikuti TEI 2018, Samuel Wattimena, di Jakarta, Senin (15/10/2018).

“Ya, setidaknya ada lima faktor yang harus dimiliki KUKM untuk bisa menembus pasar ekspor. Pertama, kesiapan KUKM itu sendiri untuk melakukan ekspor. Kedua, KUKM yang berkeinginan melakukan ekspor harus mengetahui krakteristik pasar atau negara yang dituju,” ujar Samuel.

Ketiga, dia melanjutkan, KUKM harus menguasai hulu sampai hilir produknya misalnya kesinambungan pasokan bahan baku dan maintenance kualitas produk.

“Keempat, untuk negara tujuan ekspor Eropa dan AS dan sebagian Asia, KUKM eksportir harus paham dan memilih ekspor itu ditujukan buat musim apa di negara yang dituju. Dan terakhir, harus memahami regulasi atau aturan yang ada di negara tujuan ekspor,” ujarnya menambahkan.

Dengan memahami faktor-faktor di atas, katanya, KUKM tidak perlu terburu-buru untuk ikut pameran ekspor ke luar negeri. “Lihat dulu apakah pameran ekspor itu sesuai dengan karakteristik produk yang dihasilkan KUKM,” kata dia.

TEI 2018 sendiri menargetkan jumlah transaksi 1,5 miliar dollar AS  atau setara Rp 22,3 triliun, atau naik dibandingkan 2017 yang tercatat 1,1 miliar dollar AS setara Rp 16,3 triliun.

TEI 2018 juga menargetkan partisipan sebanyak 1.100 peserta yang meliputi produsen, eksportir, serta pemasok produk barang dan jasa Indonesia yang memiliki keinginan memperluas pasar ke kancah internasional.

Sejauh ini telah tercatat 2.753 permintaan terhadap berbagai kategori produk Indonesia pada TEI 2018. Permintaan terbesar adalah untuk produk manufaktur dan jasa; furnitur, dekorasi, dan perabotan taman; industri kreatif; makanan dan minuman; fesyen, gaya hidup, dan kecantikan, industri strategis, serta investasi dan jasa. (Gan)