Media Berpengaruh Tingkatkan Kepercayaan Publik

0
ilustrasi

JAKARTA (Suara Karya): Kinerja DPR sebagai institusi legislatif, tidak pernah luput dari sorotan media dan masyarakat luas. Maraknya pemberitaan buruk terhadap DPR RI, telah membangun opini publik secara sepihak, tanpa mengindahkan hasil kerja yang telah dilakukan oleh Dewan selaku wakil rakyat. Tidak dipungkiri, media memiliki pengaruh terhadap peningkatan dan penurunan tingkat kepercayaan publik pada suatu objek pemberitaan.

Untuk itu, DPR RI melakukan analisis media dan rekomendasi untuk membangun dan memperbaiki citra lembaga parlemen di masyarakat. Sebagai salah satu supporting system Dewan, analisis media memegang peranan penting dalam menghasilkan rekomendasi isu analisis media dalam menunjang fungsi dan tugas Dewan.

“Fokus keyword dari diskusi ini adalah bagaimana menganalisa isu untuk menunjang fungsi dan tugas dewan serta perbaikan citra parlemen, supaya dipercaya,” kata Pemimpin Redaksi Jawapos.com, Dhimas Ginanjar Satria Perdana, saat mengisi forum group discussion (FGD) bertajuk ‘Rekomendasi Isu Analisis Media Dalam Menunjang Fungsi dan Tugas Dewan’, yang digelar Analisis Media Biro Pemberitaan Parlemen, Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/8).

Dhimas menjelaskan, memperbaiki stigma DPR yang sudah terlanjur buruk di masyarakat merupakan tugas yang tidak mudah. Sehingga membutuhkan strategi khusus untuk menciptakan personal/ corporate branding guna membuat lembaga lebih dikenal secara mendalam. Ia menambahkan, dalam mengurai data/ informasi terkait sebuah isu, memerlukan pendekatan yang spesifik, sehingga akar masalahnya dapat terlihat dan bisa disikapi dengan tepat dan menjadi pembicaraan yang positif.

“Penting untuk diingat, jangan sampai mengusulkan sesuatu, tapi tidak menjadi pembahasan. Tugas kita adalah mencitrakan, sementara belum tentu semua masyarakat dapat menerima. Untuk itu pintar-pintarlah dalam membuat konten. Ini adalah unsur paling menarik. Jangan sampai terkesan mempromosikan dengan gaya berjualan,” ujar Dhimas.

Dalam FGD ini, dibahas mengenai pentingnya personal branding/ corporate branding, bagaimana cara menganalisa isu, faktor-faktor yang melatarbelakangi isu rekomendasi tidak berhasil sampai dengan bagaimana cara menggali isu.

Selain Dhimas, hadir juga sebagai narasumber, Ketua Komisi Kompetensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kamsul Hasan. Acara yang dihadiri sejumlah pegawai Biro Pemberitaan Parlemen ini bertujuan untuk memahami teknik analisa terhadap berita, agar didapat rekomendasi yang dapat mengangkat dan memperbaiki citra DPR melaui tugas pokok dan fungsi DPR. (Gan)