Melalui Amanah Peserta Munas, Dody Siap Pimpin Kembali PB ABTI Periode 2022-2026

0

JAKARTA (Suara Karya) : Ketua Umum PB ABTI masa bakti 2018 – 2022 Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo Hargosuseno.,S.I.P.,M.M menyatakan, tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai Ketua Umum masa bakti 2022 – 2026 dalam Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB.ABTI) yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2022 di Hotel Grandhika Jakarta Selatan. Namun demikian, sebagai wujud pertanggung jawaban terhadap pembinaan Bola Tangan Indonesia apabila diminta secara aklamasi dalam Munas nantinya, maka Dody siap melanjutkan kepemimpinannya.

Tetapi Dody memberikan peluang pada figur lain yang ingin mengabdi dan memajukan prestasi atlet bola tangan di Indonesia maju dalam Munas. Seandainya dalam Munas nanti tidak ada kandidat Ketua Umum PB ABTI yang mencalonkan diri, maka Dody siap memangku amanah dan dipilih secara aklamasi oleh peserta Munas melanjutkan kepemimpinan kembali bola tangan Indonesia.

“Saya bersedia kembali menjabat sebagai Ketua Umum PB ABTI melalui Munas yang akan digelar di Jakarta 23 Juli 2022. Kendati begitu, saya bukan menutup peluang kandidat lain yang ingin maju dalam Munas nantinya,”tegas Dody di Jakarta, kemarin.

Dody melanjutkan, mendapat kepercayaan
dari semua peserta Munas dan diminta kembali memimpin PB ABTI periode 2022 – 2026 merupakan suatu amanah yang harus dijalankan. Dengan begitu, sudah seharusnya dapat memajukan prestasi atlet bola tangan Indonesia dimasa mendatang.

Menjadi pengurus PB ABTI katanya, harus bekerja ekstra keras tanpa pamrih. Bahkan berkorban tenaga dan pikiran, begitu juga moril dan materiil dalam memajukan prestasi atlet bola tangan di Indonesia.

Dody mengatakan, jabatan Ketum PB.ABTI bukan tempat yang tepat untuk diperebutkan. Untuk itu dalam Munas nanti Dody tidak ingin bersaing dengan figur lain memperebutkan tampuk pimpinan bola tangan. Tetapi bila dipercaya secara aklamasi oleh peserta Munas, mantan Wadanjen Akademi TNI ini menyatakan siap melanjutkan kepemimpinan PB ABTI dimasa mendatang.

Dody yang juga mantan Staf Khusus Kasad mengaku, dalam kepengurusan PB ABTI periode 2018 – 2022 jumlahnya terlalu besar (bengkak). Hal itu diperlukan perampingan agar sesuai dengan tugas dan keahliannya masing – masing dalam memajukan prestasi bola tangan Indonesia.

Dody menegaskan lagi, menjadi pengurus PB ABTI sudah seharusnya siap berkorban tenaga dan pikiran, bukan mengejar materi. Untuk itu kedepannya bila dipercaya kembali memimpin PB ABTI akan memberikan kepercayaan pada figur-figur yang siap memajukan organisasi dan prestasi atlet bola tangan Indonesia tanpa pamrih dalam susunan pengurus nantinya. (Warso)