Melalui IPTEK Berikan Dampak Pengembangan Olahraga Lebih Besar

0

JAKARTA (Suara Karya) : Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Hermanto, M.Pd menegaskan, penerapan aplikasi materi teori latihan, peningkatan kondisi Fisik dan periodisasi latihan pada pelatih cabang olahraga dalam rangka meningkatkan performa atlet, sangat penting untuk meningkatkan IPTEK Olahraga.

“Kegiatan pelatihan materi Teori Latihan, Peningkatan Kondisi Fisik dan Periodisasi Latihan pada Pelatih Cabang Olahraga di DKI Jakarta ini merupakaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang dilaksanakan 1 Oktober 2022 di GOR Kampus B UNJ,” tegas Hermanto di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Jakarta yang dilaksanakan bekerjasama dengan Organisasi Bola Basket Universitas Negeri Jakarta (OBB UNJ) yang merupakan salah satu anggota Klub Olahraga Prestasi di Fakultas Ilmu Keolahrahaan Universitas Negeri Jakarta.

Kegiatan PKM dengan memberikan berbagai materi yang dibawakan Eko Juli Fitrianto, M.Kes., AIFO yang membahas Karakteristik Fisiologis atlet Usia Muda. Begitu pula dengan materi
Karakteristik Psikologis atlet Usia Muda
yang dibawakan Dr. Iman Sulaiman, M.Pd.

Begitu juga dengan materi ketiga yang membahas Tes dan Pengukuran Komponen fisik Atlet Usia Muda diberikan Nurfitrianto, M.Pd, keempat yang menyangkut
Upaya Peningkatan Kondisi Fisik Atlet Muda diberikan oleh Drs. Ruspin Gultom dan kelima Materi mengenai Periodisasi Latihan Atlet Usia Muda dibawakan Drs. Edy Syuganda.

Hermanto melanjutkan, Keberhasilan Tim Bola Basket Kontingen Provinsi DKI Jakarta menjadi juara umum cabang olahraga Bola Basket dengan meraih 1 Emas dan 1 Perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua manandakan prestise Provinsi DKI Jakarta sebagai barometer pembinaan atlet muda Bola Basket Nasional

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses panjang pembinaan atlet Bola Basket usia muda yang dilaksanakan oleh Pengprov beserta klub yang berada di Provinsi DKI Jakarta.

Kompetensi Pelatih dalam menangani atlet usia muda katanya, merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembinaan atlet muda jangka panjang. Tidak hanya konsep teknis yang terkait dengan kepelatihan, konsep lain terkait dengan fisiologis (tumbuh kembang) dan psikologis merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan pembinaan atlet muda jangka panjang

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (FIK UNJ) sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi di bidang Ilmu Keolahraga secara kontinyu berupaya menggali keterbaruan serta kemajuan IPTEK Keolahragaan dalam mendukung pembangunan olahraga Indonesia khususnya di DKI Jakarta yang diseminasikan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan secara rutin tiap tahun.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana “bridging the gap” antara praktisi dan akademisi keolahragaan untuk memberikan dampak kemajuan pembangunan olahraga di masa yang akan datang.

sportscience

Ilmu Olahraga dan persiapan atlet terus berkembang. Evolusi ini sebagian besar didasarkan pada pemahaman terus berkembang dari bagaimana tubuh beradaptasi terhadap stres fisik dan psikologis yang berbeda.

Ilmuwan Olahraga kontemporer terus mengeksplorasi efek fisiologis dan kinerja intervensi pelatihan yang berbeda, memulihkan modalitas, penanggulangan gizi, dan faktor biomekanik untuk meningkatkan kapasitas kinerja atlet modern.

Sebagai pemahaman kita tentang respons tubuh terhadap stres berbeda telah berkembang, teori kontemporer pelatihan, ilmuwan Olahraga, dan pelatih telah mampu memperluas konsep yang paling dasar dari pelatihan.

Atlet mempersiapkan diri untuk mencapai suatu tujuan khusus melalui pelatihan terstruktur dan terfokus. Tujuan dari latihan adalah untuk meningkatkan keterampilan para atlet dan kapasitas kerja untuk mengoptimalkan kinerja atlet.

Latihan dilakukan dengan jangka waktu yang relative panjang dan melibatkan banyak disiplin ilmu dan factor pendukung lainnya seperti aspek fisiologis, psikologis, dan variabel sosiologis. Sepanjang latihan, fungsi fisiologis dan psikologis manusia dimodelkan untuk memenuhi tugas-tugas yang menuntutnya pada kegiatan Latihan.

Teori Latihan adalah sebuah sebuah sistem yang terstruktur dan terfokus dari Latihan yang dibentuk dengan menggabungkan kegiatan latihan dengan menargetkan fisiologis tertentu, psikologis, dan karakteristik kinerja Olahraga indivual atlet bahkan tim. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak para pelatih, atlet sendiri lemah dalam memahami kebutuhan akan latihan. Terlebih lagi ketika latihan tersebut mengedepankan konsen sportscience dimana distribusi, konstribusi disiplin ilmu lainnya diperlukan dalam memahami idenya sebuah latihan berlangsung.

Sehingga perlu adanya pengayaan, pengembangan, pelatihan pelatihan kepada para pelatih guna meningkatkan mutu pelatihan yang diberikan. Sehingga pelatihan dasar khusus dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan para pelatih kondisi fisik mulai dari Teori Latihan, Prinsip, komponen dan faktor faktor pendukung dalam proses latihan.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang konsep latihan mulai dari dasar  kepada para pelatih sehingga dapat mengembangkan rencana pelatihan yang lebih efektif dan efisien.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM pelatih fisik khususnya pelatih yang berada di Provinsi DKI Jakarta. (Warso)