Melalui POI Menpora Persiapkan Atlet Menuju Olimpiade 2032

0
Direktur POI Heru berharap Lahirkan atlet berprestasi. (suarakarya.co.id/istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Berbagai terobosan yang dilakukan Kemenpora pasca sukses prestasi dan tuan rumah pelaksana Asian Games 18 dan Asian Para Games ke 3 di Jakarta tahun 2018. Diantaranya, meluncurkan program pembinaan prestasi dengan meluncurkan Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang mulai digelar di Palembang.

“Melalui POI dapat melahirkan mahasiswa yang terampil dan nantinya mampu menumbuhkan bibit-bibit atlet yang berprestasi. Dengan harapan, dalam waktu yang cukup Indonesia bisa membidik Dwi sukses di Olimpiade tahun 2032 mendatang,” tegas Menpora Imam Nahrawi dalam sambutannya dalam seminar sport science dan sport industri yang dibacakan Heru Bramoro di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, ditengah Indonesia mencalonkan sebagai tuan rumah Olimpiade tahun 2032 harus diikuti dengan pembibitan dan peningkatan prestasi atlet. Dengan dua cara itu, keberhasilan meraih Dwi sukses seperti saat menggelar Asian Games akan terulang kembali.

Heru Bramoro sebagai Direktur Politeknik Olahraga Kemenpora melanjutkan, berdirinya Politeknik Olahraga Indonesia (POI) dibeberapa daerah dapat membantu melahirkan teknisi dan para ahli yang dapat menumbuhkan atlet nasional.

Program Politeknik Olahraga Indonesia (POI) ini sudah mulai.berkembang di Palembang dengan menggunakan fasilitas olahraga pasca PON. Pemanfaatan fasilitas setelah menggelar PON itu harus diikuti.daerah lain seperti Kaltim, Riau, Jabar dan sebentar lagi di Papua tahun 2020.

Dengan memanfaatkan fasilitas PON untuk mencetak bibit-bibit atlet, maka.daerah tersebut dapat dijadikan tempat try out dari daerah lain. Melalui fasilitas olahraga itu dapat menggelar event bertaraf internasional. “Tidak menutup kemungkinan Papua setelah menggelar PON ke 20 tahun 2020 dapat mencalonkan diri sebagai tuan rumah SEA Games,”tegas Heru.

Dengan begitu katanya, diperlukan perpaduan dua unsur dalam menempa atlet nasional yaitu sport science dan IPTEK dengan kolaborasi antara dunia pendidikan dan olahraga. Bila kerjasama seperti itu sudah berjalan maka atlet nasional dapat meraih Dwi sukses yaitu sukses dalam dunia olahraga dan sekolah. (Warso)