Memprihatinkan, 126 Peserta UNBK SMA Dapat Nilai Nol

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketahuan berbuat curang, 126 peserta UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) 2019 tingkat SMA/SMK mendapat nilai nol. Kendati demikian, mereka tetap diberi kesempatan ikut ujian perbaikan pada Juni mendatang.

“Ujian perbaikan ini khusus untuk mereka yang dapat nilai nol. Tak ada peserta lain,” kata Irjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Muchlis R Luddin dalam taklimat media, di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Balitbang Kemdikbud, Totok Suprayitno, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), Harris Iskandar dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi.

Muchlis menjelaskan, pihaknya mendapat pengaduan 202 peserta UNBK 2019 tingkat SMA/SMK yang berbuat kecurangan. Dari hasil penelusuran, ada 126 peserta terbukti mengambil foto materi soal UNBK di komputer dan menyebarkannya di sosial media.

“Pemberian nilai nol merupakan “pelajaran” bagi peserta bahwa memfoto soal di komputer dan menyebarkannya adalah tindakan salah. Mereka tidak tahu bahwa gambar yang beredar itu bisa ditelusuri asalnya, termasuk nama pelakunya,” ucapnya.

Pelajaran lain yang bisa dipetik dari kasus itu, lanjut Muchlis, proses pengawasan dalam pelaksanaan UNBK yang belum terlalu ketat. Guru pengawas yang terkait kasus pengambilan foto itu tidak akan dilibatkan lagi pada tahun depan.

“Di masa depan, prosedur pengawasan akan dibuat lebih ketat. Karena tindakan kecurangan itu semuanya terkait dengan pengambilan foto materi soal, maka pengawas harus lebig ketat dalam memeriksa, termasuk jam tangan yang ada kameranya,” tuturnya.

Kabalitbang Kemendikbud Totok Suprayitno menjelaskan, pelaksanaan UN tahun ini diikuti sekitar 8,3 juta peserta untuk tingkat SMP dan SMA sederajat. Jumlah itu tersebar di 102 ribu satuan pendidikan se-Indonesia.

Untuk jenjang SMP, lanjut Totok, diikuti 4,2 juta siswa. Pelaksanaan UNBK sudah mencakup 83,7 persen dari total peserta. Pada jenjang SMA/SMK, pelaksanaan UN diikuti 3,5 juta siswa. Dari jumlah itu, 97,8 persen diantaranya masuk UNBK.

“Untuk paket B dan C, hampir 100 persen dari 435 ribu siswa ikut UNBK. Ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) hanya diikuti segelintir siswa di lembaga permasyarakatan,” katanya.

Soal perolehan nilai UN tahun 2019, Totok mengatakan, terjadi kenaikan rata-rata nilai sedikit yaitu 1,5 poin dibanding UN 2018. Namun, pada mata pelajaran kimia ada penurunan sebesar 0,22 poin.

“Secara keseluruhan ada kenaikan nilai dibanding tahun lalu untuk semua jurusan, meski angkanya tipis saja. kenaikan. Kalau ini benar kenaikan, bukan koreksi nilai seperti tahun lalu. Karena tahun ini hampir 90 persen sudah UNBK,” kata Totok menandaskan. (Tri Wahyuni)