Mendagri: Kampanye Pilkada 2020 Gunakan Live Streaming

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Pelaksanaan tahapan kampanye Pilkada serentak tahun 2020 diusulkan untuk dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi secara live streaming. Hal itu guna melaksanakan tahapan Pilkada sesuai dengan protokol kesehatan untuk menghindari Covid-19.

Usulan itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR dan para penyelenggara pemilu pada Rabu (27/5/2020).

“Kampanye mungkin bisa dilakukan memperbanyak kampanye, menghindari kampanye akbar. Kampanye terbatas dalam ruangan dan menggunakan media, termasuk live streaming,” katanya.

Selain itu, Tito mengaku telah membangun komunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Misalnya dengan melakukan pembentukan dan pelatihan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) secara berjenjang dan virtual pula.

“Kalau pelantikan langsung bisa bergelombang, pelantikan terbatas, perkelompok yang bisa jaga jarak kemudian pemutakhiran data pemilih door to door, selama Covid-19 ini Kemendagri bantu,” ujarnya.

Bukan hanya itu, demi mengurangi kontak fisik antar pemilih, Tito pun mengusulkan agar KPU melakukan penambahan bilik suara yang pemakaiannya diatur setiap jamnya. Semua petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan masyarakat pemilih pun harus memakai masker dan sarung tangan.

“Untuk pemungutan suara, mereka melakukan tadi penambahan bilik, petugas di daerah merah pakai APD, masker, sarung tangan, juga masyarakat yang datang diberikan sarung tangan masker. Penghitungan dan pengumuman suara suara diatur per jam. TPS sudah kenal dengan pemilih mereka bisa atur dari 100-200 nomor sekian datang jam 7 atau 8 (pagi) yang lain diatur,” pungkasnya.

Usulan tersebut disambut baik. Alhasil, salah satu kesimpulan rapat kerja tersebut menyatakan bahwa tahapan lanjutan Pilkada yang dimulai pada 15 Juni 2020 nanti harus dilakukan sesuai dengan ProtokoI Kesehatan, berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19, serta tetap berpedoman pada prinsip-prinsip demokrasi.

Perlu diketahui, rapat kerja tersebut juga menyepakati bahwa Pilkada serentak bakalan digelar pada 9 Desember tahun ini. (Warso)