Mendikbud Berjanji akan Sederhanakan Urusan Administrasi Guru

0

BEKASI (Suara Karya): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berjanji akan melakukan penyederhanaan urusan administrasi guru. Upaya itu penting agar guru bisa menjadi penggerak pendidikan.

“Penyerdehanaan berbagai macam assessment membutuhkan waktu. Kami harap guru bersabar,” kata Nadiem dalam pidatonya pada peringatan puncak Hari Guru Nasional dan HUT ke-74 PGRI di Stadion Wiwaha Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019).

Acara yang dibuka Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi itu juga dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mantan Mendikbud Wardiman Djojonegoro dan Dirjen Guru dan Tenaga Pendidik (GTK), Kemdikbud, Supriano.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi memberi kenangan sebuah jaket batik khusus motif PGRI, yang langsung dipakai hingga akhir acara. Harapannya, PGRI bisa menjadi bagian dari perubahan pendidikan yang akan dilakukan Mendikbud Nadiem Makarim.

Nadiem juga meminta masukan dari para guru terkait hal administrasi apa saja yang perlu disederhanakan. Sehingga hasilnya nanti akan sesuai dengan harapan guru. “Tetapi kami minta waktu untuk mewujudkan harapan guru tersebut. Kami minta sekali lagi pada guru untuk bersabar,” katanya.

Nadiem pada kesempatan itu memuji profesi guru yang memiliki optimisme. Sikap itulah yang disebut Nadiem membangkitkan motivasinya untuk memperbaiki masalah pendidikan, termasuk persoalan guru.

“Sebelum saya bicara dengan para guru, saya sempat pesimistis bagaimana mengatasi pendidikan dan guru, karena tantangan terlalu berat. Tetapi setiap kali mendengar berbagai masukan dari guru, saya kembali optimis,” katanya.

Nadiem mengemukakan banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan dalam membenahi pendidikan di Indonesia. Karena itu, ia meminta kesabaran dari para guru agar skema penyelesaian yang dibuat bisa dilakukan dengan baik dan terstruktur.

“Perubahan jika ingin hasilnya bagus harus dilakukan dengan perencanaan dan strategi yang matang. Karena itu, kami butuh waktu. Pekerjaan semacam ini tidak bisa tergesa-gesa,” kata Nadiem menegaskan.

Kehadiran Mendikbud Nadiem Makarim yang merupakan pendiri aplikasi ojek online, Gojek itu mengundang keingintahuan para guru yang sudah memadati stadion Wiwaha Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Selepas acara, para guru langsung berkerumun mendekati Nadiem. Mereka naik ke atas panggung bersama-sama. Tak kuat menahan beban, panggung dari kayu itu pun retak.

Kerumunan guru yang ingin melihat atau berfoto dengan Mendikbud baru itu semakin lama semakin banyak. Petugas keamanan sedikit kewalahan saat para guru terus merasuk ingin dekat dengan Nadiem. Tak ada guru yang cedera atas aksi saling dorong jelang mendikbud masuk ke kendaraannya.

Peringatan HUT PGRI itu juga dimeriahkan beberapa pertunjukan kesenian oleh sis2a Salah satunya tari kolosal yang dibawakan oleh 1.200 siswa dari Kabupaten Bekasi. (Tri Wahyuni)