Mendikbud Minta Lembaga PAUD Perhatikan Kualitas Tenaga Pengajar

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk perhatikan kualitas tenaga pengajarnya. Karena PAUD merupakan fase penting dalam proses tumbuh kembang anak.

“Selain memahami ilmu pendidikan, guru PAUD harus memiliki kecintaan terhadap anak,” kata Nadiem saat meresmikan lembaga PAUD Km Nol (0) di Kantor Kemdikbud Senayan Jakarta, Senin (23/12/2019).

Nadiem dalam kesempatan itu didampingi istrinya, Franka Franklin dan Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Kemdikbud, Harris Iskandar.

Nadiem menegaskan, guru PAUD harus memiliki kecintaan terhadap anak karena bukan perkara mudah menghadapi anak usia 0-4 tahun. Karena itu, guru PAUD harus sabar dan tahu apa yang diinginkan dari anak didiknya.

“Saat anak sedang asyik menggambar, jangan dipaksa untuk melakukan hal lain seperti bernyanyi atau bermain puzzle. Berikan kepada anak-anak kebebasan berekspresi, sambil terus tanamkan pendidikan budi pekerti. Buat suasana di ruang belajar jadi tempat yang paling mengasyikan bagi anak,” ucap Nadiem.

“Dan yang tak kalah penting, lembaga PAUD tidak boleh mengajari anak dengan kegiatan membaca, menulis dan berhitung (calistung),” ucap Nadiem seraya menyebut peraturan yang melarang hal itu, yakni Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

Franka menjelaskan, lembaga PAUD Km Nol (0) Kemdikbud sebelumnya adalah Taman Penitipan Anak (TPA) bernama Mekar Asih yang didirikan sejak 1995. Sejak tiga tahun lalu, TPA yang dikelola Yayasan Bakti Idhata dibawah naungan Dharma Wanita Persatuan Kemdikbud itu berubah menjadi lembaga PAUD.

“Keberadaan lembaga PAUD Km Nol (0) yang baru pindah lokasi dari basement ke lantai 1 itu diharapkan ini dapat menjadi contoh bagi lembaga PAUD lain yang ingin mengembangkan di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Beberapa hal yang bisa dicontoh dari PAUD Km 0 adalah fasilitas pendidikan, permainan baru dan kebijakannya. Karena itu, PAUD Km Nol (0) memiliki ruang kelas yang disesuaikan dengan usia anak. Ada ruangan untuk bayi, usia 1-2 tahun, 2-3 tahun, 3-5 tahun, dan 5-6 tahun.

“Di setiap kelas disediakan berbagai fasilitas yang memang diperlukan bagi tumbuh kembang anak sesuai usia mereka,” ucap Franka.

Ruangan pun dibagi berdasarkan tema, antara lain ruang seni dan kreatif yang dilengkapi berbagai mainan untuk merangsang kreativitas anak, area bermain peran yang dilengkapi dengan pakaian anak dari berbagai profesi, ruang musik dengan berbagai alat musik, area balok dan gerak, hingga area basah, tempat anak dapat bermain air dan pasir di kolam kecil.

Dengan tersedianya fasilitas yang baik, maka kualitas guru yang kerap dipanggil sebagai ‘Bunda PAUD’ juga meningkat. Bunda PAUD harus ‘state of the art’, artinya semua pihak yang terlibat harus mau belajar, dan memanfaatkan berbagai media dan sumber untuk mendidik anak dengan pendekatan yang terbaru. (Tri Wahyuni)