Mendikbud Minta Pemilihan Kepala dan Pengawas Sekolah Lebih Selektif

0

JAKARTA (Suara Karya): Pemilihan kepala dan pengawas sekolah harus dilakukan secara selektif. Karena dua jabatan itu memainkan peran penting dalam pengelolaan layanan di satuan pendidikan.

“Untuk menjadi kepala dan pengawas sekolah harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang mumpuni. Tidak bisa asal tunjuk,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dalam kegiatan Sinkronisasi Program Pembinaan Tenaga Kependidikan dengan Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota, di Jakarta, Rabu (27/3).

Muhadjir menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan perubahan peran dan fungsi dari kepala dan pengawas sekolah. Kedepan, kedua jabatan tersebut merupakan pola karier.

“Guru bisa menjadi bagus, karena peran kepala sekolah. Kepala sekolah pun bisa jadi bagus, karena ada peran pengawas sekolah,” ucap Mendikbud menegaskan.

Menurutnya, jika kepala sekolah maupun pengawas sekolah memiliki kinerja bagus, maka tak menutup kemungkinan jabatan itu bisa dijalani lebih dari 2 periode. Namun dengan catatan, jabatan itu dilakoninya di sekolah lain.

“Kepala sekolah berkinerja baik, jika ingin tetap pegang jabatan harus pindah ke sekolah lain yang kualitasnya kurang baik. Sehingga keberadaannya dapat mengangkat kualitas sekolah tersebut,” tuturnya.

Untuk kepala sekolah dengan kinerja kurang, Muhadjir mengatakan, sebaiknya tidak memimpin sekolah dengan kualitas yang masih kurang. Karena hal itu akan memperlambat proses pemajuan kualitas pendidikan di sekolah. “Kalau tak mampu memimpin, lebih baik kembali menjadi guru saja,” tuturnya.

Pentingnya peran kepala dan pengawas sekolah, membuat Mendikbud yakin bahwa reformasi di sekolah tidak akan terjadi jika kedua jabatan itu belum dibenahi. Untuk itulah, pemerintah daerah dituntut menciptakan pemerintahan yang bersih, termasuk dalam pengangkatan kepala dan pengawas sekolah.

“Pengangkatan kepala dan pengawas sekolag harus berdasarkan kompetensi, bukan karena dipengaruhi kepentingan politik,” ucap Muhadjir menegaskan.

Ia berharap pada pemerintah daerah yang memiliki anggaran berlebih untuk membantu penyelenggaraan pendidikan di daerah sekitarnya. Hal itu akan meningkatkan semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

“Dalam program pelatihan guru, misalkan. Daerah yang memiliki anggaran lebih bisa mengundang guru dari daerah lain untuk bergabung,” kata Mendikbud seraya berharap kepala dan pengawas sekolah memiliki sikap visioner demi kemajuan pendidikan di Tanah Air.

Sementara itu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemdikbud, Supriano menjelaskan, kegiatan sinkronisasi program dan anggaran ini dilakukan agar penyelenggaraan pendidikan dapat efektif dan efisien.

“Karena ada beberapa hal yang harus didiskusikan bersama, misalkan, masalah pembinaan kepala sekolah dan pengawas untuk program kerja 2019. Pihaknya akan melakukan perubahan dalam peran dan fungsi kepala dan pengawas sekolah,” kata Supriano menandaskan. (Tri Wahyuni)