Mendikbud Minta Tata Kelola Kepsek dan Pengawas Diperharui

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan memperbaharui tata kelola bagi kepala sekolah (kepsek) dan pengawas sekolah. Keduanya berperan penting atas bagus tidaknya layanan pendidikan di sekolah.

“Kepala harus konsentrasi mengelola sekolah, tak boleh dibebani dengan kegiatan mengajar,” kata Mendikbud, Muhadjir Effendy saat membuka Bimtek Narasumber Nasional dan Pengajar Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Calon Pengawas Sekolah, di Jakarta, Senin (15/10/2018).

Mendikbud menambahkan, perubahaan pengelolaan bagi kepsek dan pengawas sekolah menjadi penting, karena tuntutan dari masyarakat dan tantangan kekinian. Era digitalisasi membuat sekolah bukan lagi satu-satunya sumber belajar bagi anak.

“Perubahan ini harus diantisipasi kepala sekolah. Bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ucap Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menegaskan.

Muhadjir menilai, pemerintah harus berani melakukan otokritik yang tajam dalam proses pembinaan tenaga pendidik, khususnya pengawas sekolah secara keseluruhan. Hal itu dilakukan mulai dari proses rekrutmen, pengembangan dan pemberdayaannya.

“Terutama pada model pelatihan dan penguatan kompetensi yang selama ini diberikan,” ujarnya.

Menurut Mendikbud diperlukan penilaian yang menyeluruh, baik hal yang berkaitan dengan kesiapan dan kelayakan lembaga penyelenggara, metode maupun substansi pelatihan. Setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kapasitas nilai dan profesionalitasnya.

“Kami berharap pelatihan yang dikembangkan tak lagi sekadar pelatihan konvensional seperti dilakukan selama ini. Pelatihan harus menyentuh sisi intristik peserta,” ujarnya.

Ditambahkan, pelatihan tidak lagi sekadar menuntun melainkan memberi tantangan transformasi karakter bagi peserta serta kesempatan bertumbuh secara kognisi, emosi dan estetika.

“Inilah sisi-sisi perubahan yang harus direvitalisasi dalam dunia kepelatihan kita,” katanya.

Kegiatan ini diikuti 348 peserta yang terdiri dari widyaiswara Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Pengawas sekolah Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. (Tri Wahyuni)