Mendikbudristek dan Menag Tegaskan Soal Madrasah dalam Draf RUU Sisdiknas

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas akan saling berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Karena dalam revisi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), madrasah yang menjadi satuan pendidikan di bawah Kemenag tetap ada dalam RUU Sisdiknas.

“Sedari awal tidak ada rencana ataupun keinginan menghapus madrasah atau bentuk-bentuk satuan pendidikan lain dari Sistem Pendidikan Nasional. Penghapusan itu tidak tersedikit pun dalam benak kami,” ucap Nadiem dalam keterangan pers, Selasa (29/3/22).

Nadiem menekankan sekolah maupun madrasah secara substansi akan tetap menjadi bagian dari jalur-jalur pendidikan yang diatur dalam batang tubuh dari revisi RUU Sisdiknas.

Namun, tidak adanya penamaan bentuk satuan pendidikan dalam RUU Sisdiknas sebelumnya, baik itu sekolah maupun madrasah semata demi fleksibilitas jika ada perubahan. Karena penamaan itu tidak diikat di tingkat undang-undang (UU).

Nantinya, penamaan secara spesifik seperti Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (Mts), atau Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) akan diterangkan dalam penjelasan.

Menguatkan pernyataan Menteri Nadiem, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Kementerian Agama selalu berkomunikasi dan berkoordinasi secara erat dengan Kemdikbudristek sejak awal proses revisi RUU Sisdiknas,

“RUU Sisdiknas memberi perhatian yang kuat terhadap ekosistem pesantren dan madrasah. Nomenklatur madrasah dan pesantren juga masuk dalam batang tubuh dan pasal-pasal dalam RUU Sisdiknas,” tutur Menag.

Yaqut meyakini fleksibilitas dalam RUU Sisdiknas akan meningkatkan mutu pembelajaran bagi semua peserta didik di Indonesia. “Kualitas sistem pendidikan Indonesia pun akan semakin membaik di masa depan,” kata Menag menegaskan. (Tri Wahyuni)