Mendikbudristek Ingatkan Pentingnya Karakter Tangguh bagi Siswa SMK

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengingatkan pentingnya karakter tangguh dan berdaya saing bagi siswa SMK. Salah satunya, lewat penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Karakter tangguh akan membangun keberanian siswa agar mampu bersaing demi masa depan cemerlang,” kata Nadiem dalam acara bertajuk ‘Sapa Peserta Didik SMK’ yang disiarkan melalui kanal Youtube Direktorat SMK Kemdikbudristek, Senin (17/11/22).

Mendikbudristek menyampaikan terobosan program SMK Pusat Keunggulan, dimana program tersebut menjangkau lebih dari 1.400 SMK dan memberi dampak nyata terhadap 1.4 juta peserta didik.

“Tak hanya dapat pengembangan sarana dan prasarana, tetapi juga implementasi Kurikulum Merdeka yang menjadi kewajiban bagi SMK Pusat Keunggulan. Diharapkan lahir insan-insan vokasi yang berkarakter tangguh dan kontribusi terhadap pembangunan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek, Kiki Yuliati mengingatkan peserta didik SMK untuk terus berinovasi agar mampu bersaing dalam dunia kerja, mandiri dalam berwirausaha, serta lanjut ke pendidikan lebih tinggi.

“Siswa SMK dapat belajar dari lingkungan dan alam sekitar. Karena pendidikan tidak hanya diperoleh melalui sekolah saja,” katanya.

Ditambahkan, peserta didik SMK juga diminta mewujudkan profil Pelajar Pancasila, yaitu pemelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Ada 6 ciri utama, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

“Tetaplah belajar dari siapa pun, dari kondisi dan pengalaman apa pun. Hal itu merupakan ciri dari pemelajar sepanjang hayat,” kata Kiki.

Memperingati Hari Pahlawan, acara Sapa Peserta Didik SMK se-Indonesia tahun ini mengusung tema ‘Cintai Negeri, Jadilah Pahlawan Masa Kini’. Kegiatan berlangsung secara virtual dengan mengundang sekitar 5 juta peserta didik SMK yang tersebar di 14 ribu SMK di Indonesia.

Selain mendengarkan arahan dari Mendikbudristek dan Dirjen Diksi, peserta didik SMK juga mendapat penguatan materi implementasi P5 dari Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Penguatan Karakter, Hendarman.

Disebutkan, tiga sekolah yang menyajikan liputan tentang praktik baik implementasi P5 yaitu SMK Pariwisata Metland Bogor, SMK Negeri 3 Magelang, dan SMK Muhammadiyah 3 Metro Lampung.

Acara dilanjutkan dengan penampilan pertunjukan seni tari, musik, dan kreativitas dari tiga sekolah yaitu SMKN 2 Cibinong yang menyajikan orkestra musik, dan SMK Citra Medika berupa tarian berjudul Pesona Nusantara.

Selain itu ada SMKN 2 Garut yang menampilkan PBB Kreasi oleh PASHEMAN 90 (Pasukan Pengibar Bendera SMKN 2 Garut) yang menjadi juara pertama di ajang pencarian bakat Indonesia’s Got Talent milik salah satu stasiun televisi swasta.

Untuk menginspirasi peserta didik SMK, Kemdikbudristek juga menghadirkan profil alumni dan peserta didik SMK yang menggambarkan Profil Pelajar Pancasila.

Mereka adalah Ilham Araditya Ahmad Fauzi dan Muhammad Devario Arezky dari SMKN 3 Madiun yang menciptakan inovasi sabun dari minyak jelantah, Septia Dwi Anggraini dari SMKN 12 Surabaya, pemenang Festival Lomba Seni Siswa Nasional SMK (FLS2N) bidang Monolog Tahun 2022.

Selanjutnya Witoko Aji, alumnus SMKN 2 Surakarta sebagai pegiat seni desain grafis yang karyanya terjual hingga mancanegara. Kemudian ada Hanin Dhiya, alumnus SMKN 2 Cibinong, seorang penyanyi dan penulis lagu, juga runner up ajang Rising Star Indonesia pada 2014 di salah satu stasiun televisi swasta. (Tri Wahyuni)