Mendikbudristek Lepas 16 Ribu Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 3

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim melepas 16.757 mahasiswa Program Kampus Mengajar angkatan 3. Mereka sebelumnya mendapat pembekalan yang berlangsung selama 126 jam.

Nadiem dalam acara pelepasan yang dilakukan secara daring, Rabu (23/2/22) menyatakan, mahasiswa tersebut masuk tahap penugasan mulai 28 Februari 2022 dan selesai 6 bulan kemudian.

Disebutkan, ada lebih dari 3.900 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi sasaran Program Kampus Mengajar. Beragam materi diberikan kepada mahasiswa, mulai dari penguasaan paedagogi, literasi dan numerasi, asesmen dan evaluasi, serta berbagai materi pendukung lainnya yang diharapkan meningkatkan kualitas sekolah di masa pandemi ini.

“Dari keberanian, akan tumbuh jiwa yang tangguh dan tak mudah patah. Dari keberanian, akan tumbuh keinginan belajar yang tanpa batas. Dari keberanian, kita mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki. Dan dari keberanian, kita dapat melahirkan pendidikan yang lebih maju,” kata Nadiem memberi semangat para mahasiswa.

Apalagi, lanjut Nadiem, dinamika perubahan menuntut dunia pendidikan kita untuk bergerak maju, adaptif, dan kreatif dibanding sebelumnya. Karena itu, Kampus Mengajar diharapkan memberi dampak perubahan yang nyata bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Program Kampus Mengajar mengajak mahasiswa untuk membantu pengembangan pembelajaran terutama pada kompetensi literasi dan numerasi, adaptasi terhadap teknologi, aktualisasi minat dan potensi mahasiswa sesuai bidang studi masing-masing.

“Kami harap mahasiswa bisa menjadi partner para guru dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi pembelajaran,” ucapnya.

Lewat kegiatan nyata seperti Kampus Mengajar, menurut Nadiem, diharapkan tumbuh jiwa sosial, kepedulian, kepemimpinan, pemecahan masalah, berpikir kritis, ‘soft skills’ dan lainnya yang dibutuhkan mahasiswa di masa depan.

“Semoga kegiatan ini bisa membentuk karakter mahasiswa sebagai pemuda Pancasila,” tuturnya.

Mendikbudristek berpesan agar jangan pernah padamkan api semangat untuk melakukan perubahan. “Mari kita jaga kobar semangat, selamat bertugas untuk adik-adik mahasiswa peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 3. Sampaikan salam untuk para pengrajin pendidikan di seluruh penjuru negeri,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Nizam meminta mahasiswa untuk memanfaatkan momentum dengan mendarmabaktikan kecakapan ilmu pengetahuan mereka.

“Curahkan semangat, sambil memberi wawasan luas kepada adik-adik di SD dan SMP tentang dunia pendidikan tinggi dan keterampilan yang bisa dikembangkan untuk anak di masa depan,” ujarnya.

Nizam menambahkan, Program Kampus Mengajar akan melahirkan generasi-generasi masa depan yang kompeten, peduli, dan inspiratif. “Semoga program ini melahirkan generasi muda yang akan membawa Indonesia maju,” ucapnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto juga menyatakan, Program Kampus Mengajar dapat menjadi ajang untuk mengasah jiwa kepemimpinan, soft skills dan menguatkan karakter mahasiswa dalam berinovasi dan berkolaborasi.

“Program Kampus Mengajar dapat memberi peluang bagi mahasiswa vokasi untuk mengembangkan wawasan dan mengasah keterampilan berpikir bersama lintas bidang ilmu,” ucap Wikan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Jumeri berharap, hadirnya mahasiswa ke sudut sudut negeri akan membawa dampak yang besar bagi penguatan literasi dan numerasi di pendidikan dasar.

“Program Kampus Mengajar akan menciptakan interaksi yang edukatif dan menyenangkan, sehingga tercipta suasana saling mendukung antara mahasiswa dan siswa SD dan SMP,” tuturnya.

Jumeri berharap program tersebut menjadi sarana aktualisasi dan kepedulian mahasiswa untuk berkontribusi pada pendidikan bangsa, sekaligus memberi inspirasi nyata bagi siswa di SD dan SMP.

“Semoga program ini memberi semangat dan motivasi bagai siswa di sekolah untuk terus belajar dan melanjutkan studi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ucap Jumeri menandaskan. (Tri Wahyuni)