Mendikbudristek: PTM Terbatas Bukan Sekolah Biasa!

0

JAKARTA (Suara Karya): Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tidak digelar seperti sekolah biasa. Satuan pendidikan harus bisa mengatur jumlah siswa dalam kelas hanya 25 persen, pembelajaran berlangsung 2 jam saja dan cukup 2 kali dalam seminggu.

“Sesuai namanya PTM Terbatas, jadi bukan kembali ke model sekolah seperti sebelum pandemi covid-19,” kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan pers, Rabu (9/6/21).

Ia mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yaitu sekolah yang sudah atau dalam proses melakukan PTM terbatas dengan durasi belajar dan jumlah murid berbeda tetap diperbolehkan selama mengikuti protokol kesehatan. Jumlah siswa tetap di bawah batas maksimal yang tercantum dalam SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

“Tak ada perubahan dalam SKB 4 Menteri tersebut. SKB menetapkan aturan maksimal. Sehingga sekolah bisa menerapkan PTM terbatas dengan perubahan sedikit demi sedikit,” ujar Nadiem.

Sebagai informasi, sekitar 30 persen satuan pendidikan telah melakukan PTM terbatas sesuai situasi dan kondisi daerah masing-masing. Sebagian baru memulai PTM terbatas beberapa bulan terakhir, ada yang sudah melakukan sejak tahun lalu.

“Sekolah-sekolah di zona hijau telah membuka sekolah tatap muka, karena menyedari bukan persoalan mudah melakukan pembelajaran jarak jauh. Apalagi daerah yang tak ada jaringan internet,” ujarnya.

“Seperti Presiden katakan, pembelajaran jarak jauh itu kenyataannya menyulitkan anak, orangtua dan guru. Karena itu, kita harus punya keberanian untuk mendorong PTM Terbatas yang tentunya harus disertai protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemdikbudristek dan Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) di Masa Pandemi COVID-19. Panduan tersebut diharapkan membantu kelancaran PTM Terbatas. Panduan dapat diunduh di laman bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id atau spab.kemdikbud.go.id. (Tri Wahyuni)