Mendikbudristek Tinjau PTM Terbatas di Tiga Sekolah di Yogyakarta

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim kembali melakukan peninjauan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kali ini di 3 sekolah di Yogyakarta, yaitu SD Muhammadiyah Jogokariyan, SMA Ma’arif NU dan SMP Taman Dewasa Jetis.

Mendikbudristek mendorong warga sekolah mematuhi protokol kesehatan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan aman. Hal yang paling penting adalah semua warga sekolah mematuhi protokol kesehatan.

“Mari terus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan tidak berkerumun. Karena, jika ada klaster covid-19 di sekolah, maka sekolah akan ditutup lagi,” pesan Nadiem saat berkunjung ke SD Muhammadiyah Jogokariyan.

Mendikbudristek juga meminta pada komite sekolah untuk berperan aktif memantau pelaksanaan PTM terbatas di sekolah. Komite sekolah membantu kepala sekolah sebagai satgas, yang memantau apakah pelaksanaan PTM terbatas berjalan aman dan protokol kesehatan diterapkan secara ketat oleh seluruh warga sekolah.

Bertepatan dengan hari lahir Nyi Hajar Dewantara yang bersama suaminya Ki Hajar Dewantara memperjuangkan Merdeka Belajar, Nadiem juga menyempatkan berkunjung ke Taman Siswa. Di sana, ia berdiskusi dengan para Kepala Sekolah se-Yogyakarta untuk gaungkan kembali Merdeka Belajar.

Mendibudristek berharap satuan pendidikan di Yogyakarta mendukung program Merdeka Belajar. Ia juga minta masukan untuk perbaikan program di masa depan.

“Lewat Merdeka Belajar, Kemdikbudristek ingin memberi kemerdekaan kepada sekolah untuk menentukan metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan. Karena mereka yang tahu akan kebutuhan di sekolahnya,” ujarnya.

Di dampingi Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemdikbudristek, Jumeri.dan jajarannya, Nadiem juga bersilaturahmi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, di kantor Gubernur DIY.

Berbincang langsung dengan kepala sekolah, guru, orang tua dan murid, Nadiem mendengarkan secara seksama aspirasi mereka. Sheila, siswi kelas 4 SD Muhammadiyah Jogokariyan mengungkapkan kegembiraannya bisa bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

“Lebih asyik belajar di sekolah daripada PJJ. Senang sekali bisa belajar bersama teman-teman lagi,” kata Sheila.

Hal senada dikemukakan Fania, siswi kelas 7 SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta. Ia senang bisa belajar tatap muka lagi. “Sejak masuk SMP baru kali ini kami tatap muka. Semoga bisa seterusnya belajar tatap muka,” kata Fania bersemangat.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Jogokaryan, Fika Widiana Kuspratiwi, mengatakan kepala sekolah dan guru bersemangat melaksanakan PTM terbatas. Berbagai persiapan telah dilakukan pihak sekolah untuk menjamin PTM terbatas dapat dilaksanakan secara aman.

Dalam kunjungan kerja di Yogyakarta, Mendikbusristek meninjau pelaksanaan geladi bersih Asesmen Nasional (AN) di SMA Ma’arif NU Dagen Yogyakarta. Ia gembira karena geladi bersih berjalan lancar, dan para siswa mengerjakan soal-soal dengan santai tanpa rasa khawatir.

Setelah simulasi dan geladi selesai, pelaksanaan AN untuk satuan pendidikan akan dimulai pada minggu ke-4 September 2021 dengan sasaran pertama adalah SMK dan Paket C, kemudian disusul oleh SMA, SMP, dan SD/sederajat. (Tri Wahyuni)