Mengaku Tak Terlibat Pembunuhan, Keluarga Hardi Datangi Komnas HAM

0

JAKARTA (Suara Karya): Perwakilan keluarga Hardi Sihaloho, yang didakwa kasus pembunuhan Jasiaman Purba, di Kota Binjai, Sumatera Utara, Rabu (21/3) silam, akhirnya mengadu ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta Pusat.

Pihak keluarga yang diwakili Rohani boru Sihaloho mendatangi Komnas HAM pada Jumat (3/8/2018) dan diterima staf bidang Analisis dan pengaduan, Nisa A. di ruang Komnas HAM.

Kedatangan Rohani ke Komnas HAM, untuk mencari keadilan dan kepastian hukum terkait perkara adiknya itu. Karena, katanya, Hardi bukan sebagai pembunuh yang sebenarnya sebagaimana dituduhkan tim penyidik.

“Tadi kami sudah mengadukan persoalan ini ke Komnas HAM. Dan saat ini kami berencana melaporkan ke Komisi III DPR. Tapi karena sedang masa reses, kami akan melaporkan kembali setelah pembukaan masa sidang mendatang,” ujar Rohani, kepada wartawan, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/7).

Menurut dia, pihaknya mengadukan persoalanan ini untuk mendapat kepastian hukum dan rasa keadilan atas penetapan tersangka Hardi Sihaloho yang diduga tidak sesuai prosedur yang berlaku di kepolisian.

“Mudah-mudahan Komnas HAM segera menindaklanjuti pengaduan kami ini agar pihak keluarga segera mendapatkan kepastian hukum atas persoalan yang sedang dihadapi oleh adik kami Hardi Sihaloho,” tuturnya.

Diketahui, Hardi Sihaloho saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Binjai, Sumatera Utara.

Hardi menjadi terdakwa atas kasus penemuan mayat pria di dalam parit yang diketahui bernama Jasiaman Purba (55), warga Jln.Teratai, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Jasiaman ditemukan meninggal dunia di dalam parit di depan rumahnya, pada Rabu (21/3).

Hardi Sihaloho kemudian ditetapkan oleh penyidik Polres Binjai, Sumatera Utara sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kasus inipun sedang dalam proses pengadilan di PN Binjai. (Gan)