Menkes Beri Penghargaan Pemenang IndoHCF Innovation Awards 2019

0

JAKARTA (Suara Karya): PT IDS Medical Systems Indonesia kembali memberi penghargaan “Healthcare Forum (IndoHCF) Innovation Awards 2019” kepada para inovator sektor kesehatan di Tanah Air. Lewat penghargaan itu, diharapkan terjadi peningkatan kualitas layanan di sektor kesehatan.

“Era digital saat ini merupakan tantangan bagi SDM kesehatan Indonesia untuk berinovasi tiada henti. Teknologi harus memberi kemudahan bagi semua orang,” kata Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto dalam acara pemberian penghargaan IndoHCF Innovation Awards 2019, di Gedung ICE Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (10/11/2019).

Hadir dalam kesempatan itu, Menkes periode 2012–2014 Nafsiah Mboi, Presiden PT IDS Medical Systems Indonesia, Rufi Susanto, Ketua Umum IndoHCF, Supriyantoro dan sejumlah pejabat dari lingkungan kerja Kemkes.

Menkes juga meminta sektor kesehatan untuk lebih inovatif dalam memproduksi alat kesehatan. Karena, saat ini inovasi menjadi salah satu tolak ukur dalam menghitung keberhasilan pembangunan kesehatan di Tanah Air.

“Produk inovatif yang dinantikan terutama pada kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak usia sekolah. Apalagi, Indonesia memiliki bonus demografi pada 10 tahun kedepan. Jika tidak ditangani dengan baik, mereka akan menjadi beban negara,” ujar Terawan.

Hal senada dikemukakan Ketua Umum IndoHCF, Supriyantoro. Menurut Mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto itu, digitalisasi sudah masuk ke seluruh lini kehidupan masyarakat, termasuk sektor kesehatan. Untuk itu, perlunya berbagai inovasi untuk kemajuan Indonesia.

Ditambahkan, berkembangnya inovasi bidang kesehatan di Indonesia, hal itu akan mengurangi ketergantuan kita terhadap produk kesehatan dari luar negeri, mulai dari alat kesehatan di rumah sakit hingga obat-obatan yang dikonsumsi masyarakat.

Supriyantoro menegaskan, IndoHCF berkomitmen penuh untuk mendorong inovasi layanan kesehatan. IndoHCF Innovation Awards sendiri diadakan sebagai bagian sumbangsih IndoHCF dalam mendukung dunia kesehatan di Indonesia.

“Keterlibatan pengelola dari aplikasi HaloDoc dalam acara ini diharapkan bisa memperbesar gaung IndoHCF Innovation Awards lebih luas lagi,” kata Supriyantoro yang dalam kesempatan itu didampingi CEO Aplikasi kesehatan online HaloDoc, Jonathan Sudharta.

Disebutkan, penghargaan untuk kategori Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), juara pettama diraih Pos PSC 119 SIMPATIK (Sistem Pelayanan Cepat Emergency Medik) dari Kabupaten Bangka, Provinsi Kep Bangka Belitung dan BESQUIT (Bandung Emergency Service Quality Innovation ) asal Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Posisi kedua ditempati SIGAP (sistem penanggulangan gawat darurat publik) PSC 119 Bantul, Yogyakarta dan PSC 119 Kota Cirebon “SREGEP” sistem respon emergency yang melalui pendekatan keluarga, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Untuk kategori Inovasi Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), juara pertama kepada Kader Kesehatan 211 (2 Orang 1 Program Untuk 1 RT/Dusun) dari Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dan Gebrakan Pagi Berseri (PAGelaran aksI BERsama Sekolah sEhat asRI) asal Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Posisi kedua diraih Kampung CERDIK dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan dan peserta asal Kabupaten Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, yaitu Pepes Ikan Patin (Penyebaran Pesan Informasi Kesehatan Pangan Aman Dan Depot Air Minum).

Pada kategori inovasi alat kesehatan, posisi pertama dimenangkan Departemen Medik Orthopaedi dan Traumatologi RSCM-FKUI Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Inovasi penggunaan Fiksasi Pelvis Modifikasi C-Clamp Sistem UI-CM dalam meningkatkan clinical service.

Posisi kedua dan ketiga dimenangkan Gamma Allergen dan Gamma Chamber sebagai solusi penyediaan alat diagnostik uji tempel di Indonesia dari Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta serta Sardjito Vacuum Assisted Closure dari RSUP Dr Sardjito Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta. (Tri Wahyuni)