Menkes: Fitur PeduliLindungi Kini Bisa Diakses di 50 Aplikasi

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meluncurkan integrasi QR Code PeduliLindungi ke aplikasi mitra lainnya. Nantinya, PeduliLindungi bisa diakses melalui 50 aplikasi mitra tersebut.

“Proses integrasi QR Code PeduliLindungi ke aplikasi lain dilakukan secara bertahap hingga akhir Oktober ini. Nantinya, PeduliLindungi bisa diakses melalui 50 aplikasi. Jadi tidak perlu mengunduh lagi PeduliLindungi karena sudah terintegrasi,” kata Menkes keterangan pers, Jumat (8/10/21).

Disebutkan 50 aplikasi mitra, antara lain Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, Dana, Living Mandiri, Cinema XXI, Link Aja, Goers, Jaki, Shopee, BNI Mobile, Loket.com, Mcash dan 35 aplikasi mitra lainnya yang saat ini sedang dilakukan uji coba penggunaannya.

Budi Sadikin menjelaskan, integrasi QR Code PeduliLindungi dilakukan untuk memperluas cakupan penggunaan QR Code PeduliLindungi. Sejak awal Juli hingga sekarang sudah lebih dari 73 juta penggunaan dan lebih dari 25rb merchants tergabung. Kedepannya, jumlah tersebut akan bertambah lagi.

“Implementasi PeduliLindungi sudah demikian luas. Dari awalnya hanya ada di beberapa tempat atau sarana publik seperti industri, transportasi, pariwisata dan kantor juga sedang diujicobakan untuk di lingkungan sekolah.

Ditambahkan, aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk 3 fungsi utama dalam penanganan pandemi covid-19, yakni fungsi pertama sebagai skrining pada 6 aktivitas yang paling banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Aktivitas itu berupa skrining status vaksinasi dan status swab test.

Aktivitas lainnya adalah perdagangan modern seperti mall atau departemen store, maupun perdagangan secara tradisional seperti pasar dan toko-toko tradisional. Kedua adalah aktivitas transportasi baik darat, laut, maupun udara.

“Ketiga berupa aktivitas pariwisata seperti kuliner, show atau pameran dan sebagainya. Aktivitas keempat adalah aktivitas bekerja, bisa di kantor atau di pabrik. Aktivitas kelima adalah aktivitas pendidikan di sekolah sekolah dasar, SMP, SMA, perguruan tinggi,” tutur Budi.

Pada pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah sudah dibuat sistem skrining tanpa scan QR Code. Hal itu guna mensupply informasi kasus konfirmasi dan kontak erat peserta didik ke penanggungjawab sekolah melalui integrasi database ke Kemendikbud dan Kemenag. Untuk pengunjung sekolah tetap menggunakan scan QR Code.

Aktivitas keenam adalah aktivitas keagamaan.

“Dengan demikian, semua aktivitas yang dilakukan masyarakat dapat diketahui status kesehatannya. Khususnya hal yang berkaitan dengan status vaksinasi dan status swab test,” katanya.

Fungsi kedua dari aplikasi PeduliLindungi adalah untuk melakukan fungsi tracing atau fungsi pelacakan. Adanya QR Code tersebut, jika terjadi kasus positif pada seseorang maka bisa cepat diketahui perjalanan dari kasus tersebut.

Ditambahkan, Fmfungsi ketiga untuk mendukung implementasi protokol kesehatan. Misalkan, jika scan QR Code hasilnya hijau maka seseorang bisa beraktivitas di tempat tersebut. Tapi kalau kuning atau merah maka tidak boleh beraktivitasi di tempat tersebut.

“Aplikasi PeduliLindungi secara bertahap akan diimplementasikan ke 6 aktivitas utama tadi untuk fungsi skrining, tracing, dan protokol kesehatan,” tutur Menkes.

Menurut Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri. Untuk itu, pentingnya masyarakat menggunakan PeduliLindungi dalam aktivitas hariannya.

“Kami juga terus memperbaiki sistem keamanan dari data aplikasi PeduliLindungi. Tidak ada data pribadi yang disimpan dalam mitra platform. Sistem PeduliLindungi hanya memberi kode informasi untuk kategori warna,” katanya.

Untuk keluhan jika data vaksinasi tidak tersedia di aplikasi PeduliLindungi, disarankan pengguna mengakses dahulu website PeduliLindungi. Jika data vaksinasi masih tidak muncul, disarankan untuk mengirim email ke sertifikat@pedulilindungi.id

“Adanya integrasi QR Code PeduliLindungi ini dapat mencegah penyebarluasan covid-19. Terima kasih buat para mitra yang telah mendukung kegiatan ini,” kata Setiaji menandaskan. (Tri Wahyuni)