Menkes Minta Konversi Tempat Tidur di RS Jawa-Bali Ditingkatkan!

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah daerah di Jawa Timur, Yogyakarta dan Bali untuk segera meningkatkan konversi tempat tidur di rumah sakit, gina merespons lonjakan kasus konfirmasi positif covid-19.

“Ada beberapa wilayah yang terjadi outbreak kedua, seperti DKI Jakarta telah melakukan konversi yang sangat banyak, lebih dari 50 persen. Namun masih ada juga provinsi lain seperti Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali yang masih sedikit konversinya,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers, Senin (5/7/21).

Dengan demikian, lanjut Menkes, jika dilihat BOR (Bed Occupancy Rate)-nya tinggi, itu karena memang tempat tidur yang dialokasikan untuk pasien covid-19 masih sangat rendah.

“Kami akan memonitor agar pemerintah provinsi segera meningkatkan konversi tempat tidur di rumah sakit yang masih rendah,” ujarnya.

Khusus DKI Jakarta, mengingat tempat tidur di rumah sakit sudah penuh maka pasien positif covid-19 yang dirawat di rumah sakit adalah pasien-pasien dengan kondisi gejala sedang, yaitu saturasi oksigen dibawah 95 persen, memiliki gejala sesak dan komorbid.

“Pasien dengan gejala sedang, dipastikan bisa mendapat akses ke rumah sakit,” ucapnya.

Bagi pasien dengan gejala berat dan harus di rawat di rumah sakit, pemerintah telah mengkonversi 3 rumah sakit khusus penangan pasien covid-19, yaitu RS Persahabatan, RS Fatmawati dan RSPI Sulianti Saroso dengan total kamar sekitar 1000 tempat tidur.

Bagi pasien dengan saturasi oksigen di atas 95 persen, tidak ada sesak.dan tidak ada komorbid, Menkes mengimbau, agar mereka tidak dirawat di rumah sakit. Karena menutup kesempatan bagi pasien dengan gejala sedang dan berat untuk dirawat di rumah sakit.

Bagi pasien konfirmasi positif covid-19 yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah, Kemkes menyediakan 8 ribu kamar di Wisma Atlet dan membuka tempat isolasi kedua dan ketiga yaitu Rusun Nagrak 3 ribu kamar dan Rusun Pasar Rumput 4 ribu kamar.

“Jadi kita sudah menambah 7 ribu kamar untuk menampung orang yang memang positif, tapi gejalanya ringan atau OTG dan tidak bisa isolasi mandiri di rumah,” tutur Menkes. (Tri Wahyuni)