Menkes Minta Maaf Terkait Penilaian Kinerja Penanganan Covid-19 di DKI

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberi klarifikasi terkait pernyataannya seputar penilaian kinerja penanganan covid-19 di DKI Jakarta.

“Data yang saya paparkan dalam indikator risiko tidak ada hubungannya dengan penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan covid-19,” kata Menkes dalam keterangan pers secara daring, Jumat (28/5/21).

Menkes menambahkan, indikator risiko merupakan pedoman terbaru yang digunakan untuk analisa internal di Kementerian Kesehatan. Dari data itu akan terlihat kesiapan daerah dalam menghadapi kemungkinan lonjakan kasus sesudah liburan lebaran 2021.

“Kami juga masih mendalami apakah ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya. Hal itu diharapkan dapat memperbaiki respons ataupun kebijakan guna intervensi dalam penanganan pandemi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Menkes meminta maaf kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta, termasuk tenaga kesehatan dan masyarakatnya yang telah bekerja keras, transparan dan serius dalam menangani pandemi sejak 2020.

“Permohonan maaf ini sekaligus mencabut pernyataan tentang Penilaian Kualitas Pengendalian Pandemi DKI Jakarta dengan nilai E,” ucap Menkes menegaskan.

Budi melihat sudah banyak keberhasilan yang diraih Provinsi DKI Jakarta dan menjadi cerminan keberhasilan Indonesia dalam hal penanganan pandemi covid-19.
Keberhasilan tersebut, antara lain transisi dari PSBB ke adaptasi kebiasaan baru berjalan cukup lancar.

“Selain membuka berbagai sektor ekonomi sudah diberlakukan sejak Juni 2020 lalu dan memberlakukan PPKM Mikro berjalan dengan efektif dalam mengontrol laju kasus covid-19,” ujarnya.

Selain itu, DKI Jakarta juga paling banyak melakukan 3T yaitu Testing, Tracing dan Treatment yang melebihi ekspektasi badan kesehatan dunia WHO. Serta pelaksanaan vaksinasi covid-19 di DKI Jakarta merupakan salah satu yang tertinggi bersama Bali dan Yogyakarta.

“DKI Jakarta adalah salah satu provinsi yang secara aktif mendorong vaksinasi bagi kelompok lansia. Hingga kemarin, dari target 911.631 lansia di Jakarta, 64,8 persen telah menerima vaksinasi dosis pertama, dan 58 persen menerima vaksinasi dosis kedua,” tutur Budi.

Ditambahkan, masih banyak hal positif lain dari Pemda DKI Jakarta yang diyakini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain terkait penanganan pandemi covid-19, terutama dedikasi dan pengorbanan para tenaga dan relawan kesehatan.

“Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi yang paling konsisten dalam penanganan pandemi covid-19. Kami mengapresiasi Pemda DKI Jakarta, termasuk Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan jajarannya, yang solid dalam melawan covid-19 selama 1,5 tahun terakhir ini,” katanya.

Menkes juga akan melakukan evaluasi terkait indikator penilaian yang dipakai agar memenuhi prinsip obyektifitas, keadilan, dan lebih utuh dalam menggambarkan situasi pandemi.

“Kami akan selalu berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota terkait indikator penilaian yang dipakai,” kata Menkes menandaskan. (Tri Wahyuni)