Menko PMK Dapat Gelar Raden Pangeran Anom dari Kasepuhan Majan

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menerima gelar Raden Pangeran Anom (RPA) dari Kasepuhan Majan, di Serambi Masjid Kasepuhan Majan Tulungagung Jawa Timur, Jumat (29/9/23).

Gelar itu disematkan langsung oleh Ketua dan Dewan Sesepuh Adat Kasepuhan Majan, sebagai bentuk penghargaan kepada keturunan keluarga Sentono Dalem Majan yang dinilai berjasa kepada negara serta amanah pada tanggung jawab yang diemban.

Dalam sambutannya, Muhadjir mengungkapkan dirinya merasa terhormat menerima gelar yang diberikan Kasepuhan Majan. Gelar itu akan menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus memberi yang terbaik bagi masyarakat.

“Mari kita terus nguri-nguri, melestarikan, dan memajukan apa yang telah dirintis oleh para pendahulu,” kata Muhadjir sesaat setelah prosesi penganugerahan gelar adat tersebut.

Muhadjir merupakan bagian dari keluarga besar Dzuriyah Kyai Ageng Basyariyah Sewulan atau Raden Bagus Harun.

Nenek moyang Muhadjir yang bernama Raden Qosim (menantu Kiai Ageng Basyariyah) menikah dengan Nyai Lidah Hitam atau Siti Fatimah Binti KA Basyariyah. Keduanya adalah pendiri dari Perdikan dan Ponpes Tawangsari Tulungagung.

Muhadjir juga mengajak para pemangku adat dan raja-raja sultan se-Nusantara untuk ikut berperan dalam memajukan kebudayaan dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Upaya itu bisa dilakukan dengan cara memelihara budaya dan identitas lokal, ikut menguatkan pendidikan dan kesadaran sejarah, serta mendukung pembangunan lokal melalui sumber daya yang dimiliki.

Upaya tersebut perlu dilakukan karena Muhadjir menilai pusat-pusat perdikan, kerajaan, hingga pondok pesantren sejak dulu telah menjadi sumber tatanan hidup dalam membangun nilai-nilai adat, tata krama, sopan santun, dan istiadat di masyarakat.

Ia meyakini kemajuan bangsa dapat dimulai dari memperkokoh dan memperkuat tradisi yang dimiliki.

Prosesi penganugerahan gelar juga disaksikan Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Fauzan, keluarga besar Kasepuhan Sentono Dalem Perdikan Majan, anggota Forkopimda Kabupaten Tulungagung, serta ketua lembaga adat setempat.

Selepas prosesi, Muhadjir berziarah ke Makam Sentono Dalem yang berada di area lokasi kompleks Masjid Kasepuhan Majan untuk doa bersama dan prosesi tabur bunga di makam para leluhur keluarga Sentono Dalem tersebut. (Tri Wahyuni)