Menko PMK Dapat Penghargaan Tokoh Pendukung Gerakan Zakat Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendapat ‘Baznas Award 2022’ sebagai Tokoh Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan pada Peringatan HUT ke-21 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Jakarta, Senin (17/1/22).

Baznas merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No 8 Tahun 2001. Badan tersebut memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional.

Selain Menko PMK, sejumlah tokoh dari berbagai elemen baik lembaga pemerintah maupun non-pemerintah juga mendapat penghargaan Baznas Award 2022.

Hadir perwakilan dari beberapa penerima penghargaan, antara lain, Ilham Habibie untuk keluarga (alm) BJ Habibie, Allysa Wahid dan Yeni Wahid untuk keluarga (alm) Abdurrahman Wahid, Menko Bidang Perekonomian dan Menko Bidang Polhukam, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan beberapa wakil dari penerima penghargaan lainnya.

Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan, pihaknya akan mendukung inisiatif Baznas yang begitu kreatif dan inovatif dalam mengembangkan berbagai program dan kegiatan guna mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran zakat di Indonesia.

“Zakat memiliki peran signifikan dalam pengentasan kemiskinan serta menjamin keadilan sosial bagi masyarakat. Zakat dapat disalurkan ke masyarakat rentan dalam bentuk bantuan. Zakat juga bisa diberikan ke UMKM yang terdampak pandemi covid-19,” tuturnya.

Muhadjir ingin memanfaatkan momen Baznas Award 2022 untuk mendorong para pihak meningkatkan sinergitas dan kolaborasi, baik dari pemerintah maupun swasta, agar pengumpulan dan penyaluran zakat di Indonesia dapat lebih dioptimalkan. Hal itu demi meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lebih luas.

“Karena itu, kehadiran Baznas sangat penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di masa pandemi covid-19 saat ini,” ucapnya menegaskan.

Sebagaimana diketahui, dari 192 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terdiri dari 28 UPZ kementerian, 37 lembaga negara, 41 BUMN dan 83 swasta, total perolehan ZIS pada 2021 hanya mencapai Rp615 miliar. Sementara, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp327,6 triliun pertahun berdasarkan Data Pusat Kajian Strategis Baznas 2021.

“Dari angka itu, saya rasa semua pihak harus bekerja keras meningkatkan kerja sama dan saling mendukung, dalam menyadarkan masyarakat secara masif agar ZIS kita bisa dioptimalkan. Karena hal itu akan memberi dampak terhadap kemajuan bangsa,” ujarnya. (Tri Wahyuni)