Menko PMK Minta Percepat Validasi Data Pengungsi Korban Gempa Sumbar

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (3/3/22).

Ikut mendampingi peninjauan, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 dengan kedalaman 10 km mengguncang wilayah Provinsi Sumbar pada Jumat (25/2/22), dengan titik episenter gempa di Pasaman. Gempa juga dirasakan di lima kabupaten lainnya.

Total korban per 2 Maret 2022 pukul 21.00 WIB disebutkan, 13 orang meninggal dunia, 29 luka berat, 86 luka ringan, dan 15.553 jiwa mengungsi. Sementara infrastruktur terdampak sebanyak 3.094 rumah rusak, 29 rumah ibadah, 33 sekolah, 10 fasilitas layanan kesehatan dan 5 perkantoran.

Menko PMK mengingatkan, masa tanggap darurat bencana akan berakhir pada 10 Maret mendatang. Ia meminta pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mempercepat proses validasi data pengungsi.

“Perlu segera dilakukan percepatan data validasi pengungsi. Karena hal itu terkait bantuan-bantuan yang akan diberikan kepada pengungsi, termasuk uang tunggu,” ucap Menko PMK.

Dijelaskan, para pengungsi nantinya akan mendapat bantuan pemerintah berupa uang tunggu sebesar Rp500 ribu per kepala keluarga per bulan. Bantuan diberikan selama berada di hunian sementara, sambil menunggu hunian tetap dibangun kembali.

“Percepatan pendataan kerusakan infrastruktur termasuk fasilitas umum juga sangat dibutuhkan. Diharapkan pada 10 Maret, akhir dari batas tanggap bencana selesai, data pengungsi sudah final. Selanjutnya akan dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Muhadjir.

Hasil pantauan selama kunjungan, pelaksanaan tanggap darurat mulai dari pencarian dan pertolongan terhadap korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, penanganan kesehatan dan pemulihan dini sudah berjalan baik. Soal sarana untuk kebersihan, sanitasi dan MCK di tempat pengungsian masih belum tercukupi.

“Tadi saya telpon langsung ke Sekjen Kementerian PUPR untuk bisa segera disiapkan. Ada bantuan lain dari instansi, termasuk dari TNI/Polri. Kalau ada MCK mobile yang bisa ditarik ke tempat-tempat pengungsi, saya sudah minta agar bisa segera dikirim,” tuturnya.

Tim dari Kementerian PUPR akan datang untuk mendata kebutuhan MCK, karena hal itu dianggap paling mendesak. “Tentang kebutuhan sehari-hari, saya lihat di beberapa lokasi sudah mencukupi, bahkan berlebih. Hanya distribusinya saja yang perlu disinkronasikan,” lanjutnya.

Menurut Muhadjir, bantuan diharapkan tak hanya datang dari kabupaten/kota di Provinsi Sumbar, tetapi juga dari provinsi lain yang berdekatan, seperti Provinsi Sumatera Selatan. Bantuan itu terutama untuk kebutuhan fasilitas yang paling dibutuhkan masyarakat.

Jumlah korban yang membutuhkan dengan bantuan yang disediakan juga harus berimbang. Terutama kebutuhan anak balita di pengungsian dan pengungsi rentan lainnya seperti ibu hamil dan lanjut usia (lansia).

Dalam situasi pascabencana, lanjut Menko PMK, anak-anak korban harus tetap dapat layanan pendidikan. Meski berada di pengungsian, proses pembelajaran diharapkan berjalan lancar dan terfasilitasi dengan baik.

“Kemendikbudristek punya tenda yang cukup banyak untuk digunakan di sekolah yang rusak berat,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Wakil Bupati Pasaman Barat mengaku, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan sudah mengambil beberapa langkah cepat untuk menjamin anak-anak korban gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat dapat tetap bersekolah.

“Kita akan melakukan pembelajaran bersama anak-anak untuk memulihkan trauma. Insya Allah, pembelajaran itu akan laksanakan secepat mungkin,” kata Wabup.

Menko PMK menyebyt sejumlah bantuan, diantaranya dari Tim Koordinasi Gerakan Solidaritas dan Kedermawanan Kemenko PMK berupa 500 paket sembako dan 250 paket hygene kit.

Selain itu, bantuan dari BNPB berupa selimut, matras, tenda, dan makanan siap saji. Bantuan Kemendikbudristek berupa paket pendidikan dan hygine kit. Dari Kemensos bantuan berupa 1.000 terpal gulung beserta santunan ahli waris 2 orang masing-masing Rp15 juta.

Sebagai informasi, beberapa titik lokasi terdampak gempa yang dikunjungi Menko PMK yaitu Masjid Raya Kajai, SDN 22, MAN 4, Posko Kampung Tengah Jorong Pasa Lamo, Pos Koordinasi Penanggulangan Bencana MDMC Muhammadiyah Sumbar di Komplek SMP Al-Azhar Muhammadiyah Sukamenanti, Posko Pengungsian di Kantor Bupati Pasaman Barat.

Menko PMK juga meninjau lokasi terdampak dan posko pengungsian di Desa Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman. Ia pun berkoordinasi dengan KemenPUPR untuk dapat segera membangun fasilitas umum terutama MCK. (Tri Wahyuni)