Menkominfo: Kami Ajak Nitizen Indonesia Perkuat Etika Bermedia Sosial

0

JAKARTA (Suara Karya): Nitizen Indonesia dicap sebagai pengguna media sosial paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan Microsoft, mengenai perilaku masyarakat di negeri ini dalam bermedia sosial beberapa waktu lalu.

Tentu saja, hasil survei dengan menyandang predikat tidak sopan bukanlah prestasi yang patut dibanggakan. Sebagai masyarakat yang masih menjunjung tinggi adat ketimuran, rakyat Indonesia seharusnya menjunjung tinggi etika dan sopan santun dalam bersosialisasi baik di dunia nyata ataupun media sosial.

Hasil survei itu tentunya, menjadi pekerjaan rumah (PR) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengembalikan citra masyarakat Indonesia yang dikenal ramah dan beretika di mata dunia. Untuk itu, dengan menggandeng beberapa narasumber dan masyarakat dari Banten dan DKI Jakarta, Kemenkominfo menggelar webinar bertajuk “Mempertahankan Identitas Bangsa di Era Digital” Jumat (24/6/2022).

“Adakalanya masyarakat memperkuat etika saat bersosialisasi di media digital. Digitalisasi budaya, dengan cara mendokumentasikan budaya baik di Indonesia, memperkaya informasi dan batasan hal apa saja yang perlu dibagikan di media digital agar ranah pribadi aman terkendali,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate.

Menurut Johny, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menciptakan perputaran arus informasi yang begitu cepat. Hal ini tentunya membawa budaya yang belum tentu sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.

Diungkapkannya, masyarakat Indonesia sangat terbuka terhadap media sosial karena adanya kemudahan dalam mengakses informasi secara mudah, dan mengakses berita setiap saat. Akan tetapi masyarakat kerap kali mengalami culture shock dari adanya arus budaya yang berbeda.

“Perbedaan budaya yang mengintervensi bangsa Indonesia secara perlahan mengikis identitas bangsa Indonesia yang saling membantu, tolong menolong, gotong royong, sopan santun, dan toleransi,” katanya.

Diketahui, webinar tersebut diperuntukan bagi masyarakat yang berdomisili di DKI Jakarta dan Banten. Sebanyak 102 peserta, mengikuti acara ini. (Bayu)