Menpan: Penerimaan P3K Penyuluh Pertanian Mulai 8 Februari

0
foto : (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah akan memulai proses penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada sektor penyuluh pertanian mulai 8 Februari 2019. Untuk itu, tenaga honorer penyuluh pertanian yang telah mengabdi puluhan tahun tak perlu risau.

Hal itu disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Syafruddin dalam siaran pers-nya di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Dijelaskan, perekrutan tenaga honorer penyuluh pertanian akan dilaksanakan bersamaan dengan penerimaan tenaga honorer dari bidang pendidikan dan kesehatan. Karena 3 sektor itu merupakan bidang yang tenaganya dibutuhkan masyarakat.

“Penerimaan pegawai baru dilakukan karena pemerintah memang membutuhkan banyak tenaga pada 3 sektor tersebut,” ucap Syafruddin menegaskan.

Pernyataan itu disampaikan terkait dengan pertemuab Presiden Joko Widodo dengan Tenaga Pegawai Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TPHL-TBPP) di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (3/2). Para tenaga honorer penyuluh pertanian mempertanyakan status pengangkatan mereka sebagai pegawai negeri.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo berharap posisi penerimaan pegawai dapat diisi tenaga honorer penyuluh pertanian yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun. Sebab mengangkat tenaga penyuluh pertanian yang sudah berpengalaman jauh lebih baik.

Presidwn berjanji pada Senin (4/2) akan memanggil Menpan-RB untuk membahas masalah penyuluh pertanian. Dia berjanji masalah tenaga honorer tenaga penyuluh pertanian dapat ditangani dengan baik.

Seperti kita ketahui, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Aturan itu membuka peluang seleksi dan pengangkatan bagi tenaga honorer yang telah melampaui batas usia pelamar pegawai negeri sipil (PNS). (Tri Wahyuni)