Menpora Mengucapkan Bela Sungkawa atas Gempa di Sulteng

0

JAKARTA (Suara Karya): Setelah 2 atlet korban gempa bumi di Palu Sulteng, Gleen Mononutu dan Petra Mandagi berhasil dievakuasi, Selasa (2/10) ditemukan lagi 2 atlet yaitu Ardi Kurniawan serta Franky Kowas direruntuhan Hotel Roa-Roa dalam kondisi meninggal dunia.

“Kami dan segenap staf Kemenpora mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian gempa yang menimpa masyarakat Palu, serta para atlet terbang layang yang sedang mengikuti lomba,”jelas Menpora Imam Nahrawi di Jakarta, Selasa (2/10).

Menurutnya, dari 32 peserta yang tampil tujuh diantaranya dinyatakan hilang dan baru empat sudah diketemukan. Untuk itu bagi keluarga Korban Menpora menyampaikan bela sungkawa.

Bagi atlet yang tidak terkena gempa langsung dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Sedang untuk korban yang belum diketemukan pemerintah memberikan fasilitas menunggu di Palu termasuk atlet dari Korsel.

Pada kesempatan yang sama Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha mengucapkan turut berduka cita yang sedalamnya atas berpulangnya empat atlet Indonesia, dan mendoakan keluarga diberikan ketabahan. “Turut berduka cita atas meninggalnya empat teman kita, sahabat kita ini,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pascagempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) sebanyak tujuh atlet paralayang yang mengikuti kejuaran Palu Nomoni 2018 terkena gempa termasuk satu orang bernama Dong Jin asal Korea.

Sedang enam diantaranya atlet Indonesia yaitu Reza Kambey, Ardi Kurniawan, Fahmi Malang, Gleen Mononutu, Franky Kowas, dan Petra Mandagi. (Warso)