Menteri Puspayoga Harapkan ICSB Lahirkan UKM Eksportir

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengharapkan, International Council For Small Business (ICSB) bisa melahirkan UKM eksportir atau pengusaha skala UKM  yang berorientasi ekspor. Mengingat, jaringan ICSB yang sudah menyebar ke 85 negara, dimana Indonesia melalui Hermawan Kartajaya Chairman ICSB Indonesia dipercaya menjadi ketua ICSB Asia.

“Di Indonesia sudah banyak asosiasi yang menaungi UKM, namun kehadiran  ICSB akan semakin membuka akses UKM menembus pasar regional bahkan internasional,” kata Menkop dan UKM Puspayoga dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suara Karya, Senin (10/12/2018).

Dia mengatakan hal itu di sela-sela Pengukuhan kepengurusan International Council For Small Business (ICSB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), di Pangkalpinang, Minggu (9/12/2018).

Hadir dalam acara itu Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bintang Puspayoga, Gubernur Provinsi Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman, chairman ICSB Hermawan Kartajaya, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM  Rulli Nuryanto, Ketua Dekranasda Babel, Melati, Kadinas Koperasi dan UKM Babel Elviana serta Bupati dan Walikota se-Provinsi Babel.

Menteri Puspayoga menjelaskan untuk UKM yang berorientasi ekspor, pemerintah dalam hal ini Kemenkop dan UKM bersama Kemenkeu dan Kemenperin memiliki program bernama KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) dimana UMKM atau IKM bisa mendapatkan bahan baku impor dengan Bea Masuk (BM) nol persen, asalkan produk hilirnya nanti ditujukan untuk ekspor.

Dalam bagian lain Menkop dan UKM menyatakan dukungannya atas niat Pemprov Babel yang hendak melakukan transformasi yang dari awalnya bertumpu pada sektor pertambangan khususnya timah ke sektor pariwisata.

“Sektor  pariwisata tak bisa lepas dari UKM, dimana pariwisata maju pasti UKM juga akan maju, misalnya hasil kerajinan atau kulinernya. Namun satu hal yang juga harus dibenahi yaitu merubah mindset masyarakat untuk bisa menerima orang luar yang berbeda dengan kita,” kata Puspayoga.

Menteri mencontohkan Bali, dimana butuh ratusan tahun dari jaman kerajaan di Bali dulu untuk merubah mindset orang Bali agar bisa menerima turis asing.

“Raja-raja di Bali dulu mendatangkan seniman dari berbagai dunia untuk tinggal di Bali. Lama lama masyarajat Bali kini bisa hidup berdampingan dengan turis asing dan tidak saling mengganggu adat dan kebiasaan masing-masing,” kata Puspayoga.

Namun kata Puspayoga, sekarang karena jaman sudah berubah pendekatannya juga mungkin berbeda, misalkan caranya dengan memajukan UKM atau melalui teknologi digital saat ini.

Dalam acara tetsebut, Menkop dan UKM Puspayoga didampingi Gubernur Babel Enrizal Rosman dan Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Rulli Nuryanto, menyerahkan sejumlah program strategis Kemenkop dan UKM berupa  Nomor Induk Koperasi (NIK),  Hak Cipta,  Sertifikat Halal,  IUMK (Ijin Usaha Mikro Kecil),  WP (Wirausaha Pemula), Pelatihan Vocational, Penyerahan KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Menambang Semangat

Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan  kedatangan Menkop dan UKM Puspayoga dan chairman ICSB  semakin menambah semangat provinsi Babel untuk memajukan UMKM  sekaligus memajukan pariwisata di Babel sebagai masa depan perekonomian provinsi ini.

“Saya punya keyakinan, ketika ingin daerah maju, salah satu yang berkontribusi adalah UMKM dan koperasi. Maka kembangkanlah keduanya. Dan dengan dukungan pak Menkop dan UKM Puspayoga dan pak Hermawan selaku masternya marketing di Indonesia. Insya Allah babel akan sampai ke pasar internasional,” tegas Erzaldi optimis.

Gubernur Erzaldi meyakini jika selama ini UMKM di Babel orientasinya  hanya pasar lokal saja,  dengan kehadiran ICSB maka UMKM  di prov Babel akan bisa go internasional.

Ia juga optimis transformasi dari minning ke pariwisata, turunannya akan  banyak, misalnya produk kerajinan, kesenian budaya  dan sebagainya.

Sebelumnya Chairman ICSB Hermawan Kartajaya mengatakan, ICSB ditargetkan berdiri di  kabupaten dan kota Selindo pada September atau Oktober 2019. ” Jadi  nanti akan ada korwil di tingkat provinsi dan 540 ICSB di kabupaten dan kota ” ujarnya.

ICSB yang berpusat di Washington DC AS, nantinya akan menjadi umbrella atau payung bagi berbagai asosiasi yang membina UMKM. ” Karena itu untuk kepengurusannya saya melibatkan semua pihak, dari pemerintah, kadin, dekranas, perguruan tinggi dan lain lain.

Saat ini dari 34 Provinsi, sudah terbentuk pengurus ICSB di tiga provinsi yaitu Bali, Bandung, Babel,  sekaligus juga ada pengurus tingkat Kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut. Bulan ini juga siap dilantik kepengurusan ICSB Banten. (Gan)