Menteri Trenggono Dorong Milenial Terjun di Bisnis Logistik Perikanan

0
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. ANTARA/HO-KKP

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong generasi milenial untuk dapat terjun di bisnis usaha rintisan logistik perikanan, yang bakal didukung ruang pengembangannya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami sediakan ruang untuk maju. Startup (usaha rintisan) berarti masih butuh berkembang dan peran logistik sangat penting. Bagaimana misalnya mobilitas barang komoditas perikanan bisa dikemas dengan baik sehingga mutunya tetap terjaga agar kualitasnya baik sampai tujuan,” kata Menteri Trenggono dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Menteri Trenggono mengingatkan bahwa proses distribusi dinilai memiliki peran besar dalam sektor kelautan dan perikanan Indonesia untuk memastikan produk perikanan dari produsen sampai ke tangan konsumen.

Ia juga menjelaskan besarnya peran distribusi logistik saat kebijakan penangkapan ikan terukur nantinya diimplementasikan.

Hal itu, ujar dia, antara lain karena pendaratan ikan tidak lagi berpusat di Pulau Jawa, tapi di pelabuhan-pelabuhan di sekitar area penangkapan.

“Jadi kalau ikannya ditangkap disana, didaratkan disana, dan ekonominya berputar disana. Tapi bukan berarti daerah Jawa tidak bisa membeli. Nah di sanalah dibutuhkan peran logistik,” ungkapnya seperti dilansir antaranews.com.

Dengan demikian, Menteri Trenggono menilai peluang berkembangnya usaha di bidang logistik atau distribusi hasil perikanan sangat besar saat kebijakan penangkapan terukur nantinya resmi menjadi acuan KKP dalam mengelola subsektor perikanan tangkap.

Sebelumnya, KKP juga mengajak pelaku usaha perikanan untuk memenuhi standar keamanan pangan global agar produk yang dihasilkan lebih mudah diserap pasar, khususnya pasar internasional.

“Di balik upaya meningkatkan ekspor produk perikanan, masih terdapat berbagai tantangan di dalamnya. Salah satunya adalah pemenuhan produk perikanan yang memenuhi standar mutu dan persyaratan negara pengimpor,” kata Plt. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP Kusdiantoro.

Menurut dia, pemenuhan standardisasi keamanan pangan diyakini akan mendorong volume maupun nilai ekspor produk perikanan Indonesia.

Apalagi, ia mengingatkan bahwa penerapan standar keamanan pangan yang ketat oleh sejumlah negara maju sejalan dengan semakin meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keamanan pangan dan mutu produk perikanan yang akan dikonsumsi.

Oleh karena itu, sambung Kusdiantoro, standar dan sertifikasi produk pangan menjadi faktor yang penting untuk mengakses pasar global. (indra)