Menteri Trenggono Optimis Kampung Budidaya Cisilad Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Lebak

0

LEBAK (Suara Karya): Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono meresmikan Kampung Budidaya Patin Cisilad di Desa Prabugantungan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Kamis (19/8/2021). Menteri Trenggono yakin kegiatan budidaya patin di wilayah pedalaman ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menyerap banyak tenaga kerja lokal bila digeluti secara optimal.

“Ini adalah inisiasi yang baik, gerakan yang baik sebagai pengembangan model budidaya pedalaman dengan ikan yang dibudidaya sesuai dengan kearifan lokal. Model ini bisa menyejahterakan masyarakat di sini,” ucap Menteri Trenggono.

Saat ini terdapat 196 kolam budidaya di Kampung Patin Cisilad dengan luasan kurang lebih 15 hektare. Di dalamnya hampir 3 juta bibit ikan patin sudah mulai dibudidaya. Dalam kegiatan tersebut Menteri Trenggono sekaligus menebar 11.000 benih ikan patin di kolam budidaya.

Pembangunan kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal sendiri merupakan salah satu program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga 2024. Tujuannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan dan penyerapan tenaga kerja, serta menjaga keberlanjutan ikan-ikan lokal dari kepunahan.

“Dampak ekonomi yang timbul dalam usaha pembudidayaan ikan ini banyak. Menyerap tenaga kerja bagi masyarakat sekitar sehingga perputaran ekonomi di wilayah Lebak dan di seluruh Indonesia dapat berkembang pesat, dan model budidaya terukur inilah yang sedang saya coba kembangkan,” paparnya.

Patin sendiri merupakan salah satu komoditas unggulan budidaya air tawar di Indonesia yang dapat mendukung ketahanan pangan dan juga merupakan komoditas ekspor dengan nilai cukup tinggi. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 disebutkan bahwa ikan patin masuk sebagai salah satu komoditas strategis perikanan budidaya dengan jumlah produksi nasional pada tahun 2020 sebanyak 408.538,657 ton.

“Dengan potensi budidaya ikan patin yang masih besar di seluruh Indonesia, maka peluang pengembangannya masih terbuka luas,” kata Menteri Trenggono menambahkan seperti dilansir laman kkp.go.id.

Menteri Trenggono juga meminta jajarannya di KKP untuk mendukung penguatan infrastruktur, sistem pembibitan hingga pemasaran agar kegiatan budidaya patin di Kampung Budidaya Cisilad agar berjalan lebih optimal dan konsisten. Kesuksesan Kampung Budidaya Cisilad menurutnya, akan menjadi contoh bagi pemerintah daerah maupun pembudidaya wilayah lain. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi masyarakat tumbuh merata di berbagai wilayah.

“Saya minta kepada Bapak Ibu Dirjen dan Direktur agar mendukung kampung Budidaya Cisilad sehingga bisa menjadi model percontohan budidaya pedalaman yang berkembang. Jika sudah ada satu contoh kampung budidaya sukses, saya yakin di wilayah lain akan tergerak untuk melakukan pengembangan yang sama,” tegas Menteri Trenggono.

Selain menebar benih patin, Menteri Trenggono turut meninjau kegiatan vaksinasi bagi pembudidaya di Kabupaten Lebak. Program vaksinasi masyarakat kelautan dan perikanan memang gencar dilakukan KKP untuk mendukung percepatan program vaksinasi nasional.

Sebelumnya, KKP bekerjasama dengan sejumlah pihak menggelar vaksinasi bagi masyarakat nelayan di Jakarta, Bali, dan juga sejumlah daerah di Pantura. “Semoga semuanya sehat ya, agar tetap produktif,” ucap Menteri Trenggono menyapa peserta vaksinasi. (Rizal Cahyono)