Merchant Qris Meningkat Signifikan, Kini Penggunanya 3.982.531

0
Deputi Kepala Perwakilan KPw BI DKI Jakarta Suharman Tabrani. (Foto: suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

JAKARTA (Suara Karya): Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan perkembangan transaksi volume dan merchant Qris per tanggal 14 Oktober 2022 sebesar 3.982.531. Angka tersebut menunjukan besarnya minat masyarakat, baik pedagang maupun pengguna dalam melakukan transaksi menggunakan Qris.

Deputi Kepala Perwakilan KPw BI DKI Jakarta Suharman Tabrani mengungkapkan, adapun kontribusi Qris berdasarkan wilayah adalah sebagai berikut, (1) Jakarta Selatan 1.977.322 (50%), (2) Jakarta Pusat 561.943 (14%), (3) Jakarta Timur 530.718 (13%), (4) Jakarta Barat 513.883 (13%), (5) Jakarta Utara 372.580 (9%) dan (6) Kepulauan Seribu 2.572 (0,1%).

“Kontribusi Jumlah Merchant Qris di Wilayah DKI Jakarta lanjut Suharman, urutan pertama terbanyak masih didominasi oleh Charitable & Social Service Organizations yaitu sebanyak 1,1 juta merchant, di ikuti kemudian tempat makan dan restoran urutan kedua dengan kontribusi 896.000 merchant,” kata Suharman saat monitoring dan launching SIAP Qris di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/2022).

Dari sisi transaksi, terdapat 7 juta transaksi Qris di wilyah DKI Jakarta dengan kontribusi terbanyak di dominasi tempat makan dan restoran yaitu sebanyak 2,5 juta, diikuti tempat kedua yaitu Toko Makanan, Toserba dan Pasar swalayan dengan transaksi sebanyak 1,3 juta.

Menurutnya, upaya peningkatan jumlah dan transaksi terus dilakukan oleh Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta bersama PJP Bank dan Non Bank, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan Asosiasi (APRINDO) melalui berbagai macam program seperti Program S.I.A.P Qris pasar dan mal dan Qris Jakpreneur yang menyasar pada UMKM di Wilayah DKI Jakarta.

Dikatakan Suharman, Bank Indonesia mengapresiasi upaya PJP dan Pasar Jaya serta dalam hal ini juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan sehingga implementasi pembayaran digital melalui penggunaan Qris makin meluas. Harapan dengan implementasi pembayaran secara digital (Qris dan BI Fast) dapat bermanfaat dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat di Jakarta termasuk pada pelaku UMKM. “Semoga DKI Jakarta akan semakin maju kotanya dan makin sejahtera warganya,” katanya.

Diungkapkannya, kegiatan ini merupakan monitoring dan launching digitalisasi Pasar Rumput bersama penyelenggara jasa pembayaran (PJP) dan Pasar Jaya. Ini sebagai bentuk kolaborasi dalam rangka perluasan akseptasi Qris baik kepada merchant maupun pengguna. Hal ini sejalan dengan program S.I.A.P Qris yang merupakan program pemerintah (Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan) pada pasar dan pusat perbelanjaan di Wilayah DKI Jakarta. (Bayu)