Meriahkan HAN, Kemdikburistek Gelar Beragam Acara Daring

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menggelar beragam acara daring, guna memeriahkan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.

Beragam acara inspiratif disiapkan secara daring, yaitu webinar Panggung Anak Indonesia Merdeka, Bincang Pakar dan Pegiat PAUD ‘Anak Cerdas Terliterasi’, Gebyar Dongeng untuk Anak Indonesia, Tour Virtual Galeri Nasional dan Kontes Kita Cinta Lagu Anak (KILA).

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam siaran pers, Kamis (22/7/21) me jelaskan, tema peringatan HAN 2021 adalah ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’ dengan tagar #AnakPedulidiMasaPandemi. Tema itu diharapkan dapat memotivasi anak untuk tetap gembira di masa pandemi.

“Pandemi tak menyurutkan kami untuk menggelar beragam kegiatan untuk anak, meski dilakukan secara daring. Diharapkan, upaya itu tidak mengurangi makna HAN tahun ini,” ujarnya.

Jika ingin mengikuti rangkaian acara peringatan HAN 2021 dapat mendaftar melalui kanal zoom webinar dengan tautan pendaftaran bit.ly/han-2021. Acara tersebut juga bisa diakses melalui Youtube Kemendikbud RI, Suara Edukasi, Radio Edukasi dan Radio Itjen Kemdikbud.

“Mari jadikan peringatan Hari Anak Nasional 2021 untuk memantik kembali semangat kita dalam serentak bergerak mewujudkan Merdeka Belajar,” ucap Nadiem menegaskan.

Ditambahkan, Kemdikbudristek menggelar peringatan HAN 2021 dengan semangat dari dan untuk anak. Kegiatan ini, diharapkan sapar mendorong semangat dan inspirasi anak, guru dan orang tua.

Sesi pertama yaitu Panggung Anak Indonesia Merdeka akan dilaksanakan pada Jumat (23/7/), pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. Sesi pertama mencakup baca puisi, pantomim oleh anak berkebutuhan khusus, penampilan musisi anak The Sasono’’s Family (Dru, Widuri, dan Den Bagus), berbagi pengalaman oleh pendiri EwasteRJ (sampah elektronik) Rafa Jafar dan dipandu pembawa acara cilik Iren Shalsa Kirani.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemdikbudristek Franka Makarim pada kesempatan yang sama akan mendongeng lewat buku bacaan anak. Peserta sesi itu akan mendapat sertifikat elektronik.

Adapun sesi kedua, yaitu Bincang Pakar dan Pegiat PAUD “Anak Cerdas Terliterasi” digelar pada Jumat (23/7/21) pada pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Acara tersebut menampilkan sejumlah narasumber yang diharapkan memberi inspirasi dalam melakukan berbagai inisiatif melalui ketersediaan buku bacaan dan kegiatan membaca buku bagi anak.

Narasumber yang akan tampil, antara lain Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kak Seto, pakar literasi Sofie Dewayanti, Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya, Bunda PAUD Tasikmalaya Rukmini, Kepala Sekolah PAUD “Nurul Qolbu” Kiswanti dan orangtua sekaligus pegiat membaca nyaring (read aloud) I Gusti Ngurah Pandu Wijaya.

Membaca buku bacaan secara nyaring akan membantu anak mengenal kosakata dan ide baru, membekalinya dengan kemampuan untuk menyimak, memahami cerita, sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi. Itu semua membantu mengembangkan kemampuan literasi dasar anak untuk dapat bernalar dan berpikir kritis.

“Saya mendorong ibu dan bapak guru, serta orangtua untuk melakukan kegiatan ini di rumah untuk mencegah hilangnya kesempatan belajar (learning loss) di masa pandemi ini,” kata Nadiem.

Terkait acara Gebyar Dongeng untuk Anak Indonesia pada 26-30 Juli 2021 merupakan rangkaian webinar yang menghadirkan para pendongeng dari berbagai komunitas dongeng di Indonesia. Mereka akan berbagi pengetahuan terkait pentingnya mendongeng untuk anak, teknik mendongeng yang menyenangkan, serta bagaimana mendongeng secara singkat.

Karena kegiatan dongeng juga dapat menjadi pelepas stress bagi anak di masa pandemi, karena kehadiran orangtua di dekatnya, serta penggunaan imajinasi sebagai kendaraan untuk ‘berpindah dunia’ sejenak. Gebyar Dongeng untuk Anak Indonesia bisa diikuti oleh guru/pendidik PAUD, orangtua, anak dan seluruh masyarakat Indonesia.

Kemdikbudristek bekerja sama dengan KITA Indonesia menggelar kegiatan Kontes Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2021. KILA adalah ajang pembelajaran dan berkebudayaan yang sangat baik. Karena itu, Mendikbudristek mengajak sekolah dan para pendidik untuk menyosialisasikan ajang tersebut.

Dijelaskan, lagu anak Indonesia menjadi salah satu media untuk membantu anak-anak menjadi akrab dengan identitasnya, menumbuhkan rasa percaya diri, dan bangga sebagai anak Indonesia.

KILA merupakan upaya Kemdikbudristek untuk mengembalikan masa kanak-kanak agar mereka berkembang secara wajar di masa pandemi. Selainmemupuk jati diri dengan mengenal dan menyanyikan lagu anak berbahasa Indonesia.

Kontes KILA 2021 mencakup lomba cipta lagu anak untuk kelompok usia PAUD dan SD; lomba menyanyi lagu anak untuk kelompok usia PAUD dan SD. Peserta lomba menyanyi diminta untuk menyanyi lagu-lagu baru ciptaan peserta Lomba Cipta Lagu Anak 2020. Keseluruhan kontes KILA digelar daring dan ditayangkan di berbagai platform digital seperti Indonesiana TV dan ‘Budaya Saya’ yang dikelola Kemdikbudristek.

Pendaftaran KILA 2021 dibuka pada 23 Juli hingga 23 Agustus 2021. Program tersebut tidak berbayar dan formulir dapat dilakukan pada tautan situs www.kilaindonesia.id. Masyarakat umum bisa ikut menyemarakkan kegiatan tersebut.

Persyaratan lomba dapat dilihat pada laman www.kilaindonesia.id/aturankila.php dan nama-nama peserta yang masuk dalam tahap seleksi lanjutan akan diumumkan pada 1 September 2021 melalui laman utama www.kilaindonesia.id dan media sosial KILA (IG: @kilaindonesia.id, FB: Kila Indonesia). (Tri Wahyuni)