Meriahkan Hardiknas, Kemendikbud Gelar Lomba Opini, Poster, dan Video

0

JAKARTA (Suara Karya): Pandemi corona virus disease (covid-19) tak boleh mematahkan semangat kalangan muda untuk berkreasi. Terkait hal itu, Pusat Prestasi Nasional (PPN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar lomba untuk mahasiswa mulai dari program diploma 3 hingga sarjana.

“Ada tiga lomba kali yang kami buat, yaitu pembuatan poster, penulisan opini dan video opini. Kegiatan ini bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala PPN, Asep Sukmayadi dalam siaran pers, Sabtu (2/5/20).

Asep menjelaskan, ketiga lomba tersebut dilaksanakan sejak 3 April hingga 25 April 2020 lalu. Upaya itu dilakukan agar mahasiswa yang menjalani perkuliahan dari rumah tetap bisa produktif, kreatif dan inovatif.

“Lomba diikuti sekitar 20.457 mahasiswa. Angka itu menunjukkan tingginya minat mahasiswa dalam berkreasi di rumah masing-masing,” ujar Asep seraya merinci komposisinya yaitu 12.906 mahasiswa untuk kompetisi poster, 1.163 video opini dan 6.388 penulisan opini.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memacu semangat banyak mahasiswa lain untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif selama berada di ruang ditengah pandemi covid-19,” ujarnya.

Dijelaskan, lomba dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu administrasi dan substansi. Karya mahasiswa dinilai oleh tim pakar dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Berikut nama-nama pemenang untuk lomba pembuatan poster, yang dimulai dari terbaik pertama hingga ketiga, yaitu Gardas dari Universitas Bosowa, Basith Alif Wahyujati dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Hijrana dari Universitas Mulawarman.

Untuk lomba penulisan opini, disebutkan terbaik pertama hingga ketiga adalah Alvin Ivander dari Universitas Sumatera Utara (USU), Muhammad Agung Prayoga dari STIKES Muhamadiyah Gombong dan Siti Zenita Rahmawati dari Unversitas Kediri.

Pemenang lomba video opini, berikut nama terbaik pertama hingga ketiga yaitu Dimas Putra Nanda Waspodo dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Gloria Qavahntanael dari Universitas Surabaya dan Tim Polimedia 3 dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta. (***)