Suara Karya

Meski Kampus Global, SGU Tetap Bekali Maba Materi Bela Negara

JAKARTA (Suara Karya): Meski tergolong kampus global, Swiss German University (SGU) tetap membekali mahasiswa baru (Maba)nya dengan materi bela negara. Sehingga kecintaan terhadap bangsa tetap terjaga.

“Materi bela negara kami berikan melaui kegiatan kemping di alam terbuka selama 3 hari 2 malam. Ada renungan malam agar mahasiswa bisa instropeksi diri,” kata Filiana Santoso disela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 SGU di kampus Alam Sutera, Tangerang Selatan, Selasa (21/2/23).

Filiana pada kesempatan itu didampingi Wakil Rektor SGU Bidang Akademik Leonard Rusli dan Wakil Rektor SGU Bidang Non Akademik, Nila Hidayat.

Kegiatan bela negara, menurut Filiana yang hingga kini masih mengajar mata kuliah kimia, penting bagi anak muda untuk menanamkan kecintaannya terhadap Tanah Air. Sehingga bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Ditanya soal penerima beasiswa pemerintah dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang tak mau kembali ke Tanah Air setelah lulus, hal itu disayangkan oleh Filiana. Karena tujuan dari beasiswa itu agar penerimanya pulang ke Indonesia lalu membangun bangsa.

“Kalau niatnya ingin kuliah gratis, banyak kok perguruan tinggi di luar negeri yang menawarkan beasiswa tanpa tuntutan. Kenapa memilih LPDP lalu tidak mau pulang ke Indonesia,” kata Filiana.

Salah satu alasan tidak pulang penerima beasiswa LPDP karena dana pendidikan itu dari uang pajak, termasuk pajak dari dirinya, Filiana mengatakan, alasan itu tidak tepat. Karena dana itu berasal dari pajak bersama.

“Karena itu, mereka tidak boleh bersikap egois. Dana beasiswa itu memang dari pajak, tapi itu pajak bersama, bukan cuma dirinya,” ucap Filiana menandaskan.

Tentang SGU, berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi asing dilakukan untuk memberi mahasiswa pengalaman belajar global. Kampus mitra SGU, disebutkan, antara lain International Management Institute (IMI) Swiss, dan Hochschule Albstadt-Sigmarigen Jerman.

Selain itu, ada Fachhochschule Sudwestfalen Jerman, SolBridge International School of Business, Korea Selatan, Hokkaido University Jepang, dan University of Missouri-Kansas City, Amerika.

“Kerja sama itu merupakan komitmen SGU dalam menjawab berbagai dinamika dan tantangan baik pada level global, regional dan nasional,” tuturnya.

Ditambahkan, SGU akan meningkatkan penelitian transdisipliner (lintas bidang ilmu) sehingga tercipta inovasi, penguatan ekonomi, kesehatan dan energi.

“Kami akan jadi mitra pemerintah dalam mengawal pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kerakyatan yang menjadi prioritas nasional,” ujarnya.

SGU membantu meningkatkan kapabilitas pelaku UMKM di pemerintah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang ada di sekitar kampus. Selain juga mendukung pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memanfaatkan transformasi digital dalam pengembangan bisnisnya. (Tri Wahyuni)

Related posts