Meski Pandemi, KBRI Kairo Tetap Tawarkan Beasiswa bagi Warga Mesir

0

JAKARTA (Suara Karya): Meski pandemi corona virus disease (covid-19) belum berakhir, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo tetap menawarkan beasiswa bagi warga mesir. Tercatat ada 56 warga mesir yang lolos seleksi Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) tersebut.

“Antusias warga mesir mendaftar beasiswa KNB masih tetap tinggi, meski di masa pandemi seperti ini. Dari ratusan pendaftar, kami hanya menerima 56 warga yang dinilai layak dapat beasiswa tersebut,” kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo, Bambang Suryadi dalam siaran pers, Kamis (19/5/2021).

Bambang menjelaskan, pendaftaran beasiswa KNB dibuka sejak 10 Maret 2021 hingga 4 Mei 2021. Pengumuman penerima beasiswa rencananya akan dilakukan pada minggu pertama Juni 2021.

Disebutkan, pendaftar untuk jenjang S1 ada 6 orang, jenjang magister (S2) paling banyak yaitu 48 orang dan program doktoral (S3) sebanyak 3 orang. “Peminat program beasiswa tahun ini membludak, karena tahun lalu tidak dibuka karena awal dari pandemi covid-19,” ujarnya.

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, dari sekitar kuota 200 beasiswa KNB yang ditawarkan Pemerintah Indonesia, Mesir mendapat jatah sekitar 10-15 beasiswa. Sehingga beasiswa tersebut menjadi sangat kompetitif, baik dari segi akademik yang dibuktikan lewat transkrip nilai maupun psikologis seperti motivasi belajar dan regulasi diri.

Selama 4 tahun pelaksanaan beasiswa KNB tercatat ada 34 Warga Mesir yang belajar di Indonesia. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir, maka jumlah itu masih belum sebanding.

“Hingga saat ini, sedikitnya ada 10 riby mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Mesir, terutama di Universitas Al-Azhar,” katanya.

Menurut Bambang, antusiasme warga Mesir untuk belajar di Indonesia sangat tinggi, bukan karena Indonesia dan Mesir memiliki hubungan historis yang kuat, tetapi juga kesamaan dalam budaya. Posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia menjadi salah satu alasan warga Mesir tertarik belajar di Indonesia.

Pergurun tinggi negeri di Indonesia yang menjadi pilihan tempat belajar warga Mesir sangat beragam. Disebutkan, antara lain Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret dan lainnya.

Ditambahkan, perguruan tinggi penerima beasiswa akan diperluas hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti Universitas Islam Negeri (UIN) yang jumlahnya mencapai 17 di seluruh Indonesia.

“Banyak juga warga Mesir yang tertarik belajar agama di Indonesia. Karena itu, perlu difasilitasi supaya mereka bisa masuk UIN. Apalagi saat ini UIN tak hanya fokus pada bidang ilmu agama, tetapi juga ilmu eksakta, sosial dan humaniora,” ucapnya.

Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (Developing Countries Partnership/KNB) adalah bantuan keuangan yang ditawarkan Pemerintah Indonesia kepada pelajar atau mahasiswa internasional dari negara-negara berkembang untuk meneruskan studi jenjang sarjana, magister dan doktoral di berbagai universitas yang ada di Indonesia.

Pada 2021, ada 891 program studi yang ditawarkan di 23 Universitas terbaik di Indonesia. Jumlah beasiswa yang ditawarkan pada 2021 sebanyak 200 beasiswa yang terdiri dari 10 beasiswa program S3, 180 beasiswa program S2 dan 10 beasiswa untuk program S1. (Tri Wahyuni)