Meski Pandemi, Minat Siswa Ikut Kihajar STEM 2021 Masih Tinggi

0

JAKARTA (Suara Karya): Kompetisi Kita Harus Belajar (Kihajar) bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) kembali digelar secara daring. Ada 338 tim terseleksi akan ‘bertarung’ dalam babak final pada 13-16 September 2021.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Muhammad Hasan Chabibie dalam siaran pers, Rabu (15/9/21) menyebut, 12 tim diantaranya, berasal dari Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) yaitu Arab Saudi, Malaysia dan Belanda. Sisa peserta dari sekolah dalam negeri.

“Peserta membuat karya nyata dalam implementasi STEM untuk solusi dalam kehidupan sehari-hari seperti masalah lingkungan, kesehatan dan teknologi,” ucapnya.

Hasan menegaskan, proses penilaian pada tahap final bersifat objektif dan terbebas dari segala intervensi dari pihak manapun. Panitia, bahkan membentuk dewan juri yang terdiri dari sejumlah pakar mulai dari STEM, pembelajaran dan video pembelajaran, baik dalam maupun luar Kemdikbudristek.

“Setiap dewan juri juga menandatangani pakta integritas untuk menjaga kredibilitas hasil penilaian,” tuturnya.

Kihajar STEM 2021 dilaksanakan dalam tiga level, yaitu basic (dasar), intermediate (menengah), dan final. Pada tahapan final, ada tiga tahapan lagi yang harus dilalui peserta, yaitu pembuatan video problem solving, video tema dan presentasi.

Disebutkan, lebih dari 685 video berbasis STEM yang menerapkan metode ‘Engineering Design Process’ (EDP) dihasilkan finalis Kihajar STEM 2021. Proses EDP terdiri dari identifikasi masalah, brainstorming, menentukan permasalahan/solusi dan diakhiri dengan membuat purwarupa (prototype).

“Lewat kompetisi ini, kami ingin peserta mampu memecahkan masalah yang terjadi di dunia nyata,” ujarnya.

Sejak 25 Juli 2021, lanjut Hasan, setiap tim yang masuk tahap final harus membuat video problem solving dan video dengan tema. Pembuatan video problem solving dilaksanakan pada 25 Juli- 8 Agustus 2021. Hasilnya ada 83 video jenjang SD, 99 video jenjang SMP, 100 video jenjang SMA dan 65 video jenjang SMK. Total ada 347 video.

Untuk pembuatan video tema, yang dilaksanakan pada 15-29 Agustus 2021 menghasilkan 338 video. Rinciannya, ada 82 video jenjang SD, 97 video jenjang SMP, 97 video jenjang SMK dan 62 video jenjang SMK.

Sedangkan presentasi dilaksanakan pada 13-17 September 2021, dengan rincian yaitu 82 peserta jenjang SD, 97 peserta jenjang SMP, 97 peserta jenjang SMA dan 62 peserta jenjang SMK. Totalnya ada 338 peserta.

Hasan menjelaskan, setiap tahapan dalam Kihajar STEM 2021 dirancang untuk mendapat gen Kihajar terbaik. Gen Kihajar adalah representasi dari wujud profil pelajar Pancasila yang dalam proses pembelajarannya sesuai dengan program Merdeka Belajar.

Adapun teknis pelaksanaan tahap akhir dimulai dengan presentasi proses EDP dalam pembuatan video tema dan rencana aksi dari setiap tim. Mereka didampingi guru pendamping saat berhadapan dengan dewan juri. Seluruh proses tahapan presentasi dilakukan secara daring.

Kompetisi Kihajar STEM 2021 melibatkan Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Lembaga asuhan Ridwan Hasan Saputra membantu dalam pembuatan soal. Komponen soal mengacu pada pemecahan masalah, keterkaitan dengan asesmen minimum sekolah, standar silabus sekolah.

Soal berisi kombinasi lebih dari satu subjek STEM dan fokus pada hal-hal yang terjadi di kehidupan ini. Diharapkan peserta mampu membuat karya inovasi dan kreatif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ridwan menjelaskan, soal yang dibuat tim KPM telah melalui serangkaian tahapan mulai dari pembuatan silabus lomba, pembuatan soal yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan sesuai jenjang level sekolah, maupun tahap reviewer dan penjurian yang begitu ketat.

Tim dengan nilai tertinggi akan terpilih sebagai pemenang Kihajar STEM 2021 dan ditetapkan menjadi Gen Kihajar melalui surat keputusan yang ditandatangani Kepala Pusdatin Kemdikbudristek.

Setiap pemenang akan dapat hadiah berupa tabungan pendidikan. Seluruh peserta tidak dipungut biaya apapun dalam setiap tahapan pelaksanaan Kihajar STEM 2021. (Tri Wahyuni)