Meski Tak Ada Kasus, Pemerintah Perkuat Kewaspadaan Covid-19

0

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah akan terus memantau perkembangan virus corona (covid-19), setelah proses pemulangan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China usai menjalani observasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

“Para observer sudah pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat. Pemantauan masih terus dilakukan. Karena terlalu dini untuk menurunkan kewaspadaan dari pandemi,” kata Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy usai Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Muhadjir menambahkan, kesuksesan Indonesia dalam melakukan observasi dan mencegah tersebarnya virus covid-19 menuai apresiasi dari dunia internasional, salah satunya badan kesehatan dunia (WHO). Hingga hari ini, Indonesia belum memiliki kasus positif covid-19.

“Ini berkah dari Tuhan, karena hingga kini belum ada kasus positif covid-19 di Indonesia. Mengingat saat ini, pandemi Covid-19 masih terus bertambah. Tercatat ada 26 negara terinfeksi virus corona, dan kondisi terberat terjadi di Tiongkok.

Menurut Muhadjir, yang jadi persoalan adalah WNI di luar negeri yang masih terancam paparan covid-19. Karena itu, pemerintah terus melakukan pengawasan baik di dalam maupun luar negeri. Ia mencontohkan kasus WNI yang bekerja sebagai awak kapal pesiar Westerdam dan Diamond Princess. Kapal tersebut terdampak covid-19.

“Bila terjadi kondisinya memburuk, kita harus tangani seperti kasus WNI dari Hubei. Namun, kita harus menghormati kewenangan negara dan protokol WHO yg telah ditetapkan. Kita harus siap menghadapi hal itu,” tuturnya.

Selain memantau perkembangan WNI di luar negeri, tentu saja keamanan dalam negeri juga diutamakan. Pemerintah akan memperketat kewaspadaan pintu-pintu masuk ke Indonesia dari berbagai jalur, mulai dari darat, laut dan udara. Termasuk memaksimalkan peralatan yang diperlukan dalam pemeriksaan.

Ditambahkan, pemerintah akan memperketat pemeriksaan riwayat perjalanan dan kesehatan Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Indonesia. Misalkan, mereka harus orang yang selama 14 hari terakhir tidak pernah berada di daratan Cina.

Pemerintah juga bekerja sama dengan internasional yakni Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Atlanta dalam penyediaan reagen primer untuk mendeteksi Covid-19.

Tentang kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengatasi Covid-19, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, Muhadjir mengatakan beberapa rumah sakit sudah siap menampung pasien bila kemungkinan terburuk kasus Covid-19 muncul di Indonesia.

“Rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang isolasi negatif ada 26 yang dikelola pemerintah dan 25 rumah sakit yang dikelola swasta dan BUMN. Tempat tidur yang bertekanan negatif cukup memadai ada sekitar 227 bed. Diperlukan isolasi bertekanan negatif untuk pasien dalam keadaan gawat,” ucapnya.

Menko PMK menekankan pada semua pihak untuk menjaga suasana agar tidak timbul kepanikan. Bila kepanikan sudah tumbuh, maka kerugian akan terjadi. “Indonesia masih sangat diuntungkan karena belum ada satupun WNI yang terdampak. Mari kita berdoa agar terlindungi dari wabah ini,” kata Muhadjir menandaskan. (Tri Wahyuni)