Meski Terjadi Pro Kontra, Bamsoet: Pembahasan RUU PKS Tetap Dilanjutkan

0
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendesak pihak Polri untuk memproses kasus kelalaian salah seorang anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) ke ranah hukum sesuai Undang-Undang dan peraturan yang berlaku. (Suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Penolakan Fraksi PKS DPR terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), dinilai terlalu prematur, karena RUU masih bisa dibahas bersama pemerintah.

Demikian disampaikan Ketua DPR Bambang Soesatyo, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Karena itu, politisi Golkar itu berharap pandangan-pandangan negatif mengenai RUU PKS ini bisa diluruskan. Apalagi, beberapa pandangan tersebut beredar dari hoaks draf RUU PKS tersebut.

“Mudah-mudahan ada titik temu berbarengan dengan banyaknya draft-draft hoaks yang intinya keliru daripada apa yang sedang dibahas di Panja DPR,” ujarnya.

Menurut Bamsoet, RUU PKS tersebut akan tetap dilanjutkan penyelesaiannya hingga berakhir masa periode DPR RI, Oktober 2019 mendatang. “Jadi, DPR akan terus selesaikan RUU PKS ini,” katanya.

Sebelumnya, F-PKS DPR menolak draf RUU PKS ini. Ketua F- PKS Jazuli Juwaini mengatakan, penolakan tersebut didasarkan pada alasan mendasar mengenai potensi pertentangan materi RUU dengan nilai-nilai Pancasila dan agama.

“F-PKS bukan tanpa upaya, sudah memberi masukan, sehingga sampai pada kesimpulan menolak draf RUU PKS ini,” kata Jazuli. (Gan)