Milenial Jadi Kata Terpopuler dalam KBBI Daring Tahun 2019

0

JAKARTA (Suara Karya): Milenial menjadi kata terpopuler dalam pencarian di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring (online) tahun 2019. Kata milenial mencerminkan sebuah generasi baru dalam bidang komputer dan teknologi informasi.

“Kata milenial juga mewakili perubahan sosial dan kultural di Indonesia,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Dadang Sunendar dalam jumpa pers terkait hasil kajian Kata Tahun Ini (KTI) 2019, di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Sebelumnya, kata terpopuler dalam pencarian di kamus Oxford tahun 2019 adalah climate change (perubahan iklim). Sedangkan kamus Webster tahun 2019 memilih kata they (mereka) yang juga juga digunakan untuk sebutan seseorang yang bukan laki-laki (he) atau perempuan (she).

Dadang menjelaskan, pencarian KTI 2019 menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu data statistik di KBBI daring dan pendekatan kualitatif dengan melihat rujukan dari media massa dan beragam bidang ilmu.

“Semua pendekatan itu merujuk pada kata milenial,” ujar Dadang yang pada kesempatan itu didampingi Kepala Bidang Pengembangan Badan Bahasa, Dora Amalia.

Selain kata milenial, Dadang menyebut ada 14 kata terfavorit lain yang jumlah pencariannya tertinggi setelah kata milenial, yaitu kerja sama, praktik, analisis, risiko, memengaruhi, izin, aktivitas, survei, daring, zaman, praktik, hoaks, detail dan sistem.

“Munculnya kata milenial di google trends menjadi bahan pertimbangan dalam pencarian kata di KBBI daring. Data google trends menunjukkan, kata milenial menjadi paling banyak dicari Maret 2019. “Pemunculan kata milenial juga diperkuat dengan pencarian topik tertinggi untuk kata milenial di google trends,” katanya.

Dadang menegaskan, penetapan kata tahun ini bukan sekedar dari jumlah pencarian masyarakat tapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Misalkan, saat perhelatan ‘Millenial Road Safety Festival’, angka pencarian kata milenial menjadi naik selama Maret 2019. Kenaikan juga terjadi pada November 2019 karena ada peristiwa pengumuman staf khusus Presiden Republik Indonesia.

“Peningkatan pencarian kata staf khusus milenial mencapai kueri tertinggi, yaitu 2.940.000 kali pada 30 Desember 2019,” tuturnya.

Kata milenial, kata Dadang, juga merambah ke berbagai kalangan yang mencakup komunikasi lisan, maupun tertulis di media sosial. Kata milenial digunakan berbagai kalangan untuk mengidentifikasi perilaku dan generasi yang memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik itu terlihat pada penggunaan ungkapan anak milenial, generasi milenial, gaya milenial dan bahasa milenial.

“Penggunaan kata milenial pun tak terbatas pada kalangan tertentu, tapi juha mencakup jurnalis, remaja, pejabat, tokoh masyarakat, selebritas dan masyarakat umum,” ucap Dadang.

Pada sisi distribusi kata, milenial memiliki keluasan penggunaan di berbagai bidang kehidupan. Penggunaan paling terbanyak pada dunia jurnalistik. Hal ini dibuktikan dengan berbagai berita dalam media nasional sepanjang 2019.

“Pada bidang akademik, ada karya ilmiah yang menggunakan kata milenial, seperti skripsi, atau artikel jurnal ilmiah dari berbagai universitas. Di lama pemerintahan, kata milenial juga kerap digunakan sepanjang 2019,” tuturnya.

Sektor swasta pun ikut menggunakan kata milenial yang mencakup bidang properti, keuangan, perbankan, kesehatan, asuransi, perdagangan barang dan konsumsi. Pada bidang pengetahuan, kata milenial sangat populer digunakan untuk kedokteran, matematika, teknologi informasi, sosial politik dan desain, baik untuk publikasi ilmiah maupun artikel blog atau berita.

“Dilihat dari wilayah, kata milenial digunakan di seluruh wilayah provinsi di Indonesia dengan pengguna terbanyak di wilayah Depok, Yogyakarta, Banjarmasin, Malang dan Padang,” kata Dadang. (Tri Wahyuni)