Minat Pelajar Indonesia Kuliah di Belanda Masih Tinggi

0

JAKARTA (Suara Karya): Nuffic Neso Indonesia mengumpulkan para pelajar Indonesia yang akan melanjutkan pendidikannya ke universitas-universitas di Belanda di Gedung Perpustakaan Nasional untuk diberikan pembekalan sebelum keberangkatan ke Belanda.

Direktur Nuffic Neso Peter van Tuijl menjelaskan, dalam pertemuan itu para alumni juga hadir untuk membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri menjalani masa studinya dengan baik dengan cara berbagi pengalaman dan kesan mengenai tinggal dan studi di Belanda.

“Beberapa hal yang disampaikan dan didiskusikan meliputi cagar budaya, bagaimana beradaptasi dengan proses belajar mengajar yang berbeda, berinteraksi dengan pengajar dan mahasiswa internasional,” kata Peter di Jakarta, Sabtu (11/8).

Diketahui, dari sekitar 300 pelajar yang hadir di acara pre-departure briefing, sebagian besar (77.4 persen) akan melanjutkan program master (setara S2), sisanya 14.14 persen akan melanjutkan ke program Bachelor (setara S1), 1 persen akan melanjutkan PhD (setara S3), dan sekitar 7 persen akan mengambil kursus singkat di Belanda.

Jika dilihat dari sumber pendanaan mereka, jumlah pelajar yang menggunakan dana sendiri (42.4 persen) hampir sama hanya banyak dengan pelajar yang memanfaatkan dana beasiswa (57.6 persen) untuk studi di Belanda.

Menurut Koordinator Promosi Pendidikan, Inty Dienasari, ada berbagai jenis beasiswa untuk studi di Belanda diantaranya beasiswa StuNed, OTS, OKP, LPDP, SPIRIT, FETA, universitas-univesitas di Belanda, dan juga perusahaan-perusahaan tempat para pelajar bekerja.

Informasi mengenai biaya studi di Belanda dan beasiswa dapat diakses melalui www.nesoindonesia.or.id/beasiswa

Dalam sambutannya, wakil Duta Besar Belanda, Ferdinand Lahnstein, mengatakan bahwa sudah ada lebih dari 20.000 pelajar Indonesia melakukan studi di Belanda terhitung sejak tahun 1950.

Dalam kesempatan tersebut, lebih dari 90 orang alumni Belanda ikut hadir pada acara ini. Untuk memberikan informasi mengenai kehidupan di Belanda, para alumni Belanda menampilkan sketsa drama, sehingga informasi yang diberikan menjadi lebih menarik.

Pada sesi diskusi, para alumni dibagi berdasarkan kota tempat tinggal di Belanda untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan teknis dari para pelajar yang akan berangkat.

Pada sambutannya, Ferdinand juga mengatakan pentingnya peran alumni Belanda bagi hubungan kedua negara. Alumni diibaratkan sebagai minyak pelumas dalaml menggerakan roda kerjasama Indonesia Belanda.

Oleh karena itu Ferdinand mengingatkan para pelajar yang akan studi di Belanda untuk bergabung dengan jaringan alumni Belanda Indonesia yang di kelola oleh Nuffic Neso. (Bayu Legianto)