Minimalisir Praktik Jual Beli Jabatan lewat Manajemen Talenta

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyesalkan terjadinya praktik jual beli jabatan. Untuk itu, sistem pengisian jabatan di luar jabatan pimpinan tinggi (JPT) perlu dibenahi.

“Upaya itu bisa ditempuh lewat pengembangan manajemen talenta. Hanya mereka yang bertalenta yang dapat menduduki jabatan tertentu,” kata Tjahjo Kumolo dalam siaran pers, Rabu (1/9/21).

Pernyataan tersebut disampaikan Tjahjo menanggapi pemberitaan belum lama ini, saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Probolinggo.

Diduga, kasus suap ini terjadi untuk mengisi posisi kepala desa yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Menteri PANRB menambahkan, sebenarnya ada lembaga yang khusus mengawasi pengisian jabatan di instansi pemerintah yakni Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Karena itu, Tjahjo menilai sistem pengisian jabatan di luar JPT harus dibenahi. Perlu ada penguatan pengawasan yang dapat meminimalisir kejadian tersebut. Salah satunya, melalui manajemen talenta sehingga mereka yang bertalenta yang dapat menduduki jabatan tertentu.

“Saat ini, Kementerian PANRB tengah mengakselerasi transformasi ASN di berbagai aspek, salah satunya aspek pengisian jabatan,” tuturnya.

Menteri PANRB juga mengingatkan, konsekuensi dari ASN yang terlibat kasus tindak pidana korupsi yang salah satunya akibat dari kasus jual beli jabatan, adalah sanksi pemberhentian tidak dengan hormat sebagai ASN jika putusan pengadilan telah inkracht. (Tri Wahyuni)