“Miss Pure International” Promosikan Bali Perangi Sampah Plastik

0
Miss Pure International United Kingdom Rosemarry Lloyd saat menemui Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Antaranews Bali via HUmas Pemprov Bali/lhs/2019)

DENPASAR (Suara Karya): Miss Pure International United Kingdom Rosemarry Lloyd ingin mempromosikan upaya Bali memerangi sampah plastik dan berharap daerah lain bisa meniru gebrakan dalam penyelamatan lingkungan ini.

“Seperti yang pernah kita lihat di beberapa berita di sosial media, bahwa persoalan sampah plastik masih perlu atensi kita semua di Bali,” kata Rosemarry Lloyd saat menemui Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, di Denpasar, Selasa (19/2/2019).

Dalam pertemuan tersebut ia mengungkapkan ketertarikannya akan program pemerintah di Bali dalam upaya memerangi sampah plastik, sehingga ia berkeinginan untuk membantu kampanye pengurangan sampah plastik di Pulau Dewata.

Menurut dia, Pulau Bali sangat indah, dengan panorama dan kebudayaan unik menjadi perpaduan Bali yang tiada duanya. Ia sangat menyayangkan persoalan sampah plastik malah mengurangi keindahan pulau ini.

Rosemarry menambahkan, kalau di Eropa penggunaan kantong plastik masih diizinkan, namun pembeli diharuskan membayar kantong plastik tersebut. Oleh karena itu, masyarakat lebih memilih membawa kantong belanja sendiri.

“Sering juga masyarakat kami yang lupa membawa kantong belanja harus membeli kantong plastik dan di negara kami kantong plastik bisa diolah lagi menggunakan mesin,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan Miss International kepada Bali.

Ia mengakui bahwa sampah plastik memang menjadi salah satu permasalahan cukup pelik di Bali dari dulu. Untuk itu baru-baru ini, Pemprov Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali No 97 tentang Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Dalam peraturan tersebut segala jenis kantong plastik bahkan sedotan plastik pun dilarang digunakan di Bali.

“Biasanya restoran dan hotel menggunakan sedotan dari steinlesstel atau bambu yang lebih ramah lingkungan. Sementara pengganti kantong plastik para pembeli diharapkan membawa kantong belanjaan sendiri,” katanya.

Wagub Bali mengaku hingga saat ini di Indonesia baru Bali saja menerapkan aturan ini. Hal ini diharapkan bisa mempercepat menuju Bali yang hijau dan bersih. (I Made Oka)