Mondelez Indonesia Ajak Siswa SD Kelola Sampah Sejak Dini

0

JAKARTA (Suara Karya): PT Mondelez Indonesia mengajak siswa sekolah dasar (SD) ikut mengelola sampah sejak dini. Karena kesadaran bukanlah sesuatu yang tumbuh dengan sendirinya, tetapi butuh pengenalan dan pembiasaan.

“Pembiasaan itu akan dilakukan Mondelez lewat inisiatif dengan hashtag #BijakPlastikSejakDini,” kata Head of Corporate & Government Affairs Mondelēz Indonesia, Khrisma Fitriasari dalam temu media, Jumat (19/11/21).

Khrisma menambahkan, hadirnya inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengendalian sampah plastik, sekaligus wujud nyata kontribusi #MondelezUntukIndonesia.

Mengutip hasil laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam indeks ketidakpedulian lingkungan hidup 2018 disebutkan, ternyata masih ada 72 persen masyarakat yang tidak peduli dengan pengelolaan sampah di lingkungan rumahnya.

Dukungan serta apresiasi diberikan Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar. Ia menyambut baik upaya yang dilakukan PT Mondelez Indonesia tas hadirnya inisiatif #BijakPlastikSejakDini.

“Upaya itu diharapkan bisa menjadi inspirasi, sekaligus motivasi masyarakat dan sektor swasta dalam mendukung target pemerintah untuk mengurangi sampah plastik serta menghidupkan ekonomi sirkular di masyarakat,” ujarnya.

Melalui inisiatif #BijakPlastikSejakDini, Mondelez Indonesia ingin memberi edukasi terkait nilai ekonomi dari sampah plastik dan pemanfaatannya sebagai barang berguna.

Mondelez Indonesia berharap inisiatif itu dapat diikuti para siswa, orangtua dan komunitas sekolah agar bersama-sama bijak mengelola sampah plastik untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Pada tahap awal, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di SDN Duren 13 dan 14 di Jakarta Selatan. Penyediaan bank sampah di dua sekolah itu melibatkan partisipasi seluruh komponen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, orang tua hingga partisipasi karyawan Mondelez Indonesia.

Sejak Februari 2021, bank sampah telah mengumpulkan lebih dari 2 ton sampah plastik. Sampah plastik itu kemudian didaur ulang menjadi berbagai furniture untuk sekolah.

Mondelez Indonesia menggandeng Kertabumi Recycling Center sebagai partner dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari perencanaan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bermanfaat bagi sekolah.

Ikbal Alexander selaku Founder dari Kertabumi Recycling Center menjelaskan, sistem pengendalian sampah plastik dengan pendekatan bank sampah merupakan salah satu cara yang paling mudah diterima masyarakat, apalagi melibatkan partisipasi usia dini.

“Melalui pendekatan Bank Sampah, pengendalian sampah diterapkan dalam bentuk kerja sama saling menguntungkan, bisa memberi manfaat sosial ekonomi, dan pada akhirnya dapat mengurangi timbunan sampah,” kata Ikbal.

Rangkaian kegiatan dari inisiatif #BijakPlastikSejakDini itu terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu membangun pemahaman, konsisten memberi dukungan dan apresiasi atas pencapaian.

Proses membangun pemahaman dilakukan lewat berbagai workshop yang diikuti seluruh komponen sekolah. Selain komunikasi secara bertahap kepada orangtua dan siswa, sehingga proses pengumpulan, penimbangan dan pengolahan sampah plastik dapat berjalan secara optimal.

Siswa juga diberi buku tabungan dari bank sampah sebagai motivasi agar lebih giat memilah sampah. Terakhir, apresiasi diberikan dalam bentuk hasil proses daur ulang sampah plastik yang dapat bermanfaat langsung nagi siswa, seperti rak buku, meja, bangku serta renovasi kantin, perpustakaan dan taman bacaan.

Terkait dengan pentingnya membangun kesadaran akan memilah sampah sejak dini, Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima menjelaskan, mengajarkan kebiasaan baik kepada anak memang cenderung lebih mudah dibanding orang dewasa. Karena masa tumbuh kembang adalah waktu terbaik untuk menstimulasi anak dengan berbagai ilmu.

“Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, tentunya akan memperbesar peluang untuk menciptakan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan ketika beranjak dewasa,” ucap Saskhya.

Ia menambahkan, pada dasarnya anak cenderung mempelajari hal baru dengan mengikuti kebiasaan yang sering mereka lihat. Orang tua bisa memberi pemahaman atau pengetahuan lewat berbagai macam media, seperti video, buku cerita dan penjelasan praktis sesuai usia. Hal itu membantu mereka untuk lebih memahami pentingnya bijak dalam menggunakan plastik.

Mondelez Indonesia sebagai bagian dari Mondelez International berkomitmen menerapkan sustainable business untuk berperan melestarikan lingkungan termasuk pengendalian sampah plastik.

Secara global, Mondelēz International telah mengurangi sampah plastik hingga 65 ribu ton dengan melakukan berbagai inovasi pada kemasan produk, diantaranya mengurangi berat ataupun dimensi kemasan.

“Secara global, Mondelez International berkomitmen 100 persen menggunakan kemasan ramah lingkungan yang dapat didaur ulang untuk produk-produk seperti kemasan Oreo, coklat Cadbury dan sebagainya pada 2025. Saat ini, hampir 94 perse kemasan produk-produk Mondelēz International telah menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang,” kata Khrisma. (Tri Wahyuni)