Mondelēz Indonesia Bantu UMKM Kembangkan Bisnis Kuliner ‘Kekinian’

0

JAKARTA (Suara Karya): Pandemi covid-19 telah berdampak ke hampir semua sektor kehidupan, tak terkecuali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bidang kuliner. Namun, bisnis kuliner bisa bangkit kembali berkat tren makanan ‘kekinian’.

Hal ini dialami Fatmah Bahalwan, seorang chef sekaligus penggiat UMKM kuliner. Ia mengaku penjualan kuenya sempat turun di masa awal pandemi, namun kembali terdongkrak berkat kreativitasnya dalam membuat kue dan minuman ‘kekinian’.

“Kuliner ‘kekinian’ itu sebenarnya kue atau minuman yang sudah ada, lalu ditambah bahan makanan populer seperti keju atau coklat, sehingga menghasilkan rasa baru,” kata Fatmah dalam diskusi media yang digelar PT Mondelez Indonesia secara daring, Kamis (2/9/21).

Didukung ide kreatif, lanjut Fatmah, maka bahan makanan sederhana bisa menjadi istimewa. Salah satu tips meningkatkan kelas kuliner menjadi ‘kekinian’ adalah memadukannya dengan bahan-bahan populer berkualitas tinggi, seperti keju Kraft, Oreo crumb, atau cokelat Cadbury,” ujarnya.

Dan yang tak kalah penting, peran media sosial yang membuat kuliner kekinian tersebut viral di masyarakat. Karena penting untuk membuat foto dan narasi yang bagus untuk mengundang ketertarikan masyarakat.

Berangkat dari pengalaman itu, PT Mondelez Indonesia mengajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner agar tetap berkembang di masa pandemi. Caranya, menggelar pelatihan pembuatan kue ‘kekinian’ bagi UMKM bidang kuliner.

Seperti dikemukakan President Director Mondelez Indonesia, Prashant Peres, pelatihan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaannya, berbagi pengetahuan terkait tren kekinian dunia kuliner, utamanya camilan dan dessert kepada UMKM bidang kuliner untuk meningkatkan bisnisnya.

Sebagai informasi, PT Mondelez Indonesia adalah produsen produk snack ikonik seperti Oreo, Biskuat, Cadbury dan keju Kraft.

Prashant memaparkan hasil survei konsumen Mondelez International The State of Snacking 2020 yang menyebutkan, pandemi meningkatkan kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia. Ada 77 persen responden mencari makanan baru selama pandemi dan 54 persen mendapat ide makanannya dari media sosial.

“Dari sisi bisnis, tren kue dan minuman kekinian menjadi peluang tersendiri bagi pelaku UMKM kuliner untuk terus mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Terkait pelatihan, Prashant menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilakukan secara virtual pada 5 September 2021. Materi yang diberikan mulai dari pengembangan kreativitas dalam menghadirkan menu kuliner kekinian, hingga pemanfaatan digital marketing sebagai ujung tombak strategi promosi di masa pandemi.

Para pelaku UMKM kuliner dapat mendaftarkan diri pada pelatihan ini melalui tautan https://bit.ly/WorkshopUMKMMondelez paling lambat 4 September 2021.

Selain itu, Mondelez Indonesia juga menghadirkan berbagai inspirasi menu kekinian guna mengembangkan kreativitas pelaku UMKM melalui website www.snacks-desserts.id yang dapat diakses dengan mudah setiap saat.

“Dukungan terhadap UMKM kuliner sejalan dengan tujuan perusahaan, yakni ‘Empower People to Snack Right’, dimana Mondelez International berkomitmen membuat produk-produknya dengan cara yang tepat. Termasuk, pemberdayaan masyarakat dan komunitas di sepanjang rantai bisnis,” kata Prashant menandaskan.

Rencana pelatihan yang digelar PT Mondelez Indonesia mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Upaya itu perlu didukung teknologi digital dan digital marketing untuk mempromosikan bisnis UMKM bidang kuliner lebih luas lagi.

Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Sahabat UMKM, Faisal Hasan Basri. Katanya, UMKM kuliner memiliki kesempatan yang besar untuk terus berkembang, seiring meningkatnya kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia.

Namun, lanjut Faisal, di sisi lain UMKM kuliner juga menghadapi tantangan yang cukup rumit. Untuk itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku UMKM kuliner dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta untuk bersama-sama mengatasi tantangan tersebut.

Sementara itu, pemilik Martabak Orient Affan Achmad Affandi yang juga menjadi wakil dari GoFood Partner Sukses menguraikan cara kreatif membangun bisnis lewat kuliner ‘kekinian’ agar menarik minat konsumen dan meningkatkan penjualan di masa pandemi.

“Upaya ini memang tidak mudah, tetapi juga bukan mustahil. Yang penting, kita harus kreatif menangkap kesempatan dengan memahami tren pasar agar dapat bertahan dan bangkit di tengah kondisi yang menantang,” tuturnya.

Affan menambahkan, pelaku UMKM bidang kuliner harus dapat memahami tren dan preferensi pelanggan dalam mengkonsumsi kuliner.

“Martabak Orient selalu menggunakan sosial media sebagai upaya promosi dan bergabung di GoFood untuk membuka akses ke pelanggan seluas-luasnya,” ucapnya. (Tri Wahyuni)