Morula IVF Kuasai 50 Persen ‘Industri’ Bayi Tabung di Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Klinik layanan bayi tabung, Morula IVF terus melebarkan sayapnya. Setelah Yogyakarta, Morula kini hadir di RS Mentari, Tangerang. Berkat pertumbuhan itu, Morula kini menguasai 50 ‘market share’ atas industri bayi tabung di Indonesia.

“Kami punya teknologi yang bisa melihat kondisi sperma dengan pembesaran hingga 6 ribu kali. Sel sperma itu lalu disortir, sehingga peluang kehamilan semakin besar,” kata CEO Morula Indonesia, dr Ivan Rizal Sini SpOG, usai peresmian Morula IVF di RS Mentari, Kabupaten Tangerang, Minggu (27/8/22).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Direktur Utama RS Mentari Tangerang, Evi Vania, dan jajaran Board of Directors dan Board of Commissioners Bundamedik Healthcare System (BMHS) Group.

Dr Ivan menambahkan, faktor kesuburan terkait dengan kualitas sperma dan sel telur. Dan sperma memberi kontribusi sebesar 45 persen pada masalah kehamilan. “Laki-laki zaman sekarang sudah lebih terbuka. Mereka datang sendirian untuk konsultasi, sekaligus melihat kualitasnya sperma,” ujarnya.

Kualitas sperma, lanjut dr Ivan, sangat dipengaruhi gaya hidup negatif seperti merokok, sering begadang, olahraga minim, dan stress. Semua itu bisa menjadi pemicu atas kesuburan sperma pada laki-laki.

“Untuk para istri, Morula juga punya layanan agar tubuh mereka lebih siap untuk dibuahi. Seperti diketahui, kualitas telur sangat dipengaruhi usia. Karena itu, jika perempuan menikah di usia diatas 35 tahun, segera ikut program bayi tabung agar tidak kehilangan momentum waktunya,” kata dr Ivan.

Namun, tak sedikit perempuan yang datang ke Morula berusia diatas 40 tahun. Dengan alasan mereka baru menikah di usia itu atau baru punya uang setelah usia semakin tinggi.

“Namanya ikhtiar, kita jalani. Kita minta pada mereka untuk tidak ekspektasi terlalu tinggi. Mengingat telur memiliki batasan usia,” tutur dr Ivan.

Mengutip data PERFITRI (Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia) total siklus program IVF di Indonesia pada 2021 tercatat lebih dari 13.000 siklus dan Morula IVF Indonesia menguasai hampir 50 persen market share tahun lalu di industri bayi tabung seluruh Indonesia.

“Khusus di wilayah Tangerang sendiri, tercatat 670 pasang menjalani program bayi tabung, sebesar 32 persen ada di Morula IVF Tangerang ini,” katanya.

Morula IVF Tangerang mengedepankan konsep ‘comprehensive fertility centre’, yang tidak saja fokus pada pelayanan bayi tabung (IVF), tapi pelayanan fertilitas yang menyeluruh.

Tingkat kesuksesan bayi tabung, Morula IVF Tangerang sendiri mencatat, teknologi Fresh Embryo Transfer memiliki peluang sebesar 40-45 persen, untuk transfer embrio beku atau Frozen Embryo Transfer (FET) sebesar 50-55 persen, dengan tingkat keberhasilan tertinggi hingga 75 persen.

Morula IVF Tangerang dan RS Mentari memberi penawaran khusus selama masa peresmian, yaitu Paket Program Bayi Tabung mulai dari Rp58 juta. Untuk pemeriksaan pertilitas dasar dan ‘complete fertility check up’ dengan biaya Rp2-5 juta, harga khusus Rp1,5 juta untuk HSG, serta histeroskopi diagnostik senilai Rp 6,2juta.

Morula IVF Indonesia telah membantu wujudkan impian menjadi orang tua melalui IVF selama lebih dari 24 tahun dengan menggunakan teknologi terbaru dan memiliki sertifikasi internasional. Morula membantu 125 ribu pasangan di Indonesia, dengan tingkat keberhasilan kehamilan tertinggi hingga 72 persen. (Tri Wahyuni)