MPR: Sejarah, Bangkitkan Perasaan Cinta pada Bangsa dan Negara

0

JAKARTA (Suara Karya): Ingatan terhadap sejarah para pejuang bangsa, dinilai akan menimbulkan perasaan cinta yang makin besar kepada bangsa dan negara. Sebab, tak mungkin mencintai Indonesia bil tidak mengenal sejarah perjuangan bangsa.

Demikian dikemukakan anggota MPR RI, Evi Fatimah, saat  mengikuti sosialisasi Empat Pilar MPR (Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD NRI 1945), di Pondok Pesantren Nurul Falah Johar Pimpinan KH.Ahmad Dhomiri, Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, (6/4/2019).

“Susialisasi Empat Pilar MPR ini, bertujuan untuk menyegarkan ingatan masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsanya. Karena, ingatan terhadap sejarah para pejuang bangsa, akan menimbulkan perasaan cinta makin besar kepada bangsa dan negara,” ujar Evi Fatimah.

Menurut dia, tidak mungkin mencintai Indonesia kalau tidak mengenal sejarah perjuangan bangsa. “Di sinilah fungsi sosialisasi untuk mengenalkan sejarah bangsa kepada masyarakat agar semakin besar mencintai bangsa dan negara,” ujarnya menambahkan.

Evi menambahkan, memasuki era Revolusi Industri 4.0, generasi bangsa dituntut untuk mandiri, cerdas dan kreatif. Perkembangan jaman ini jangan dijadikan alasan bagi generasi muda untuk melupakan jati diri bangsanya.

“Sosialiasasi empat pilar ini tentu sangat penting dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air. Jangan sampai kita lupa siapa kita malah bangga dengan budaya asing,” lanjutnya.

Selain menanamkan rasa cinta tanah air, politikus Fraksi PKB itu berharap masyarakat bisa merespon revolusi industri itu dengan keahlian yang matang sehinga bangsa ini tidak ketinggalan arus berubahan.

“Mau tidak mau kita harus siap dengan masuknya revolusi industri 4.0 ini. Untuk itu perlu sekali memahami bagaimana cara beradaptasi dengan revolusi industri 4.0 yang mengedepankan perkembangan teknologi,” katanya. (Gan)