Muhammad Yahya : Tidak Ada Pemalsuan Dokumen Tanah yang Dibeli Ketua FKMTI

0

JAKARTA (Suara Karya) : Kuasa Hukum SK Budiardjo, Muhammad Yahya Rasyid menegaskan, tudingan  terhadap SK Budiardjo yang saat ini menjabat sebagai Ketua Forum Korban Tanah Indonesia (FKMTI), telah memalsukan atau menyuruh memalsukan dokumen kepemilikan tanah girik seluas 1 hektar lebih  di Cengkareng, Jakarta Barat sangat tidak berdasar.

“Tidak ada pemalsuan dokumen kepemilikan tanah girik seluas 1 hektar lebih di Cengkareng, Jakarta Barat yang dibeli SK Budiardjo pada tahun 2006 dari pemilik sebelumnya, ” Jelas Muhammad Yahya Rasyid di Jakarta, Kamis (26/1/2023).

Sebab katanya, semua dokumen kepemilikan tanah girik-girik tersebut sudah sah berdasarkan surat-surat yang dikeluarkan baik oleh pihak kelurahan maupun pihak kecamatan setempat dan instansi terkait lainnya.

“Sebagai contoh, girik no 1906  yang dibeli SK Budiardjo tercatat di kelurahan, dan AJB nya tercatat di Kecamatan Cengkareng, “kata Yahya.

Menurutnya, permasalahan seperti ini
yang kerap terjadi, meski dokumen kepemilikan tanahnya sah,  tapi SK Budiardjo justru menjadi tersangka.

Yahya juga memastikan girik no 5047 yang dibeli kliennya juga sah. Sebab, semua girik dan dokumen terkait lainnya sudah diteliti di Menkopolhukam tim Saber Pungli dan Irjen Depdagri dengan mengklarifikasi langsung aparat yang terkait dengan dokumen tanah.

Menurutnya, selaku pembeli yang beritikad baik, seharusnya SK Budiardjo dan istrinya dilindungi haknya, bukan dikriminalisasi.

Menurut Yahya, seandainya girik seluas kurang lebih 3000 meter yang dipermasalahkan tersebut  diduga palsu, seharusnya tidak bisa membangun di atas tanah girik milik kliennya seluas 7000 meter. (Warso)