PANDEMI COVID-19
Muhammadiyah Tak Gelar Salat Ied 1441 H

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah juga telah memutuskan pelaksanaan Salat Idul Fitri  (Ied) 1441 Hijriah ditiadakan di lapangan terbuka atau berjemaah secara umum melalui keputusan surat edaran.

Terutama, peraturan Muhammadiyah saat ini berlaku bila kondisi Indonesia belum bebas dari darurat Covid-19, pada 1 Syawal 1441 H. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Majelis Tajrih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar.

“Lantaran kondisi lingkungan belum dinyatakan oleh pihak berwenang bersih dari Covid-19 dan aman untuk berkumpul banyak orang. Maka, Salat Ied bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing masing,” kata Syamsul, Minggu (17/5/2020).

Namun, Syamsul menerangkan pelaksanaan Salat Ied masih dapat dilaksanakan bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti Salat Ied di lapangan. Menurutnya, tidak ada ancaman agama atas orang tidak melaksanakannya.

“Hanya tempatnya dialihkan ke rumah, karena pelaksanaan di lapangan yang melibatkan konsentrasi orang banyak tidak dapat dilakukan. Tetapi juga tidak dialihkan ke masjid, karena ketidakmungkinan berkumpulnya orang banyak di suatu tempat,” terang Syamsul.

Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Agus Samsudin, mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan physical distancing dan tetap berada di rumah. “Saya juga mengajak semua untuk bersatu dan jangan jalan sendiri-sendiri,” kata Agus.

Perkembangan respons Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam penanganan Covid-19 hingga, Kamis (14/5/2020), 77 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) sudah merawat total pasien 4.493 pasien. Rinciannya, ada ODP sebanyak 2.965 pasien, PDP sebanyak 1.369 pasien, dan terkonfirmasi 159 pasien.

Agus menyatakan terdapat tren kenaikan jumlah pasien dari sebelumnya, Selasa (12/5/2020). Saat itu, berjumlah total 4.403 pasien. Sehingga, dikatakannya, terdapat 142 kasus terkonfirmasi. (Pramuji)