Muhibah Budaya Jalur Rempah Resmi Berlayar di Hari Lahir Pancasila

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono secara resmi melepas Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang membawa peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022.

Dari Dermaga Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, Jawa Timur, KRI Dewaruci bersama Laskar Rempah berlayar menuju Makassar, dilanjutkan ke Baubau dan Buton, lalu ke Ternate dan Tidore, kemudian ke Banda Neira, selanjutnya ke Kupang, dan kembali ke Surabaya pada 2 Juli 2022 mendatang.

“Keberangkatan KRI Dewaruci yang membawa Muhibah Budaya Jalur Rempah hari ini bertepatan peringatan Hari Lahir Pancasila. Jalur Rempah dan Pancasila adalah tonggak penting dalam perjalanan sejarah bangsa kita,” kata Nadiem.

Jalur Rempah yang berpusat di Nusantara, lanjut Nadiem, berperan penting dalam mendorong kemajuan peradaban global. Selama lebih dari 1000 tahun, jauh sebelum kedatangan Eropa, para pelaut, pedagang, dan cendekia dari berbagai belahan dunia berinteraksi dan melahirkan keragaman budaya yang kemudian menjadi inti kekuatan bangsa Indonesia.

Begitu pun Pancasila yang lahir dari bumi dengan budaya yang beraneka ragam. “Seperti dikatakan Bung Karno, Pancasila tidak diciptakan, melainkan digali dari bumi kita. Pancasila menjadi falsafah bangsa yang mempersatukan kita dalam keragaman dengan semangat kebinekaan,” tuturnya.

Kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah diselenggarakan Kemendikbudristek bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), pemerintah daerah, dan berbagai komunitas budaya. Kegiatan ity merupakan salah satu diplomasi budaya yang diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Muhibah ini juga melibatkan generasi muda untuk mengenal narasi sejarah peradaban rempah dari geladak kapal Indonesia sendiri,” tutur Nadiem.

Muhibah Budaya Jalur Rempah semakin mempertegas adidaya budaya dan kedaulatan Indonesia yang terbangun oleh ragam budaya yang dipersatukan melalui kehangatan rempah-rempah.

“Perjalanan ini kami yakin akan memperkuat upaya pemajuan kebudayaan dan penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila yang saat ini sedang diupayakan bersama. Bukan dengan ceramah dan pidato, tapi lewat aksi, mengarungi lautan seperti leluhur kita dulu, berjumpa dengan masyarakat yang beranekaragam dengan semangat persaudaraan dan gotong-royong,” tuturnya.

Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid menambahkan, pemerintah berupaya mengajukan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia yang diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2024 mendatang.

“Kami ajak masyarakat untuk mendukung pengakuan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Mari kita gali kejayaan bahari Indonesia di setiap simpul Jalur Rempah untuk membangun masa depan Indonesia Merdeka Berbudaya,” ujar Hilmar.

Acara pelepasan Muhibah Budaya Jalur Rempah juga dihadiri Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Acara pelepasan diwarnai kemeriahan budaya Jawa Timur, seperti pertunjukkan Tari Remo, Tari Dadak Merak, dan Ganong Kecil. Selain juga dilakukan ritual Larung Rempah, yakni mengantarkan KRI Dewaruci ke lautan diiringi oleh perahu kora-kora. (Tri Wahyuni)